Dahsyat, Jokowi Bikin Warga Kalsel Tersenyum! Pembangunan Jembatan Melengkung Pertama di Indonesia Capai 92% 

Oleh : kormen barus | Jumat, 30 Juli 2021 - 12:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Banjarmasin-Proyek Pembangunan Jembatan Sei Alalak yang berlokasi di ruas Jalan Brigjen Haji Hasan Basri, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan telah mencapai 92% jelang pekan pertama Agustus 2021.

Manajer Proyek Jembatan Sei Alalak, Sija’dul Jamal mengatakan bahwa pekerjaan erection main span telah selesai dilaksanakan dan kini, pihaknya tengah melakukan percepatan pekerjaan lantai segmen terakhir (segmen 7-8), pekerjaan minor di jalur frontage 3 & 4 dan jalan akses utama sisi Banjarmasin, serta menyiapkan final tunning cable stay & pemasangan pot bearing.

“Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut secara saksama dan prudent dengan tetap mengedepankan komitmen untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan proyek,” terang Jamal.

Jembatan Sei Alalak sendiri dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Proyek pembangunannya dipercayakan kepada Konsorsium PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [WIKA] – PT Pandji dengan nilai Rp278 miliar yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan skema pekerjaan tahun jamak (multi years)

Jembatan cable stayed melengkung pertama di Indonesia dengan metode longline matchcast tersebut didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layan hingga 100 tahun.

Jembatan Sei Alalak merupakan jembatan dengan tipe cable stayed berbentuk melengkung pertama di tanah air. Struktur melengkung ini dipilih untuk memperkecil area pembebasan lahan dan memberikan safe space serta layak bagi RSUD dr Antasari Saleh yang letaknya berdekatan dengan trase jembatan.

Metode konstruksi yang digunakan adalah longline matchcast system, dimana sistem precast ini mampu mengefisienkan biaya dan mengoptimalkan kualitas terbaik. Kemudian, geometri tiang pylon asimetris ditujukan untuk mengatur cable stayed agar tidak bersinggungan dan tetap berada di luar deck jembatan serta menambah estetika.

Beton yang digunakan juga adalah beton kualitas tinggi  fc’45 Mpa (K-500 ) yang menggunakan material lokal guna mengoptimalkan potensi resources yang ada. Sehingga efektivitas dan keberhasilannya, bisa menjadi lesson learn sekaligus referensi bagi proyek-proyek lainnya

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →