Alhamdulillah Menteri Bahlil Bawa Kabar Gembira! Pabrik Baterai Listrik Senilai Miliaran Dolar AS Bakal Groundbreaking Bulan Depan

Oleh : Ridwan | Kamis, 29 Juli 2021 - 12:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Indonesia oleh Hyundai Motor Group dan LG Chem Ltd. akan memulai tahap groundbreaking pada Agustus mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, beberapa waktu lalu.

"Insya Allah Agustus ini ground breaking tahap pertama untuk pembangunan baterai mobil di Indonesia. Ini pertama kali di republik ini. Bukan kacang goreng," katanya.

Bahlil memastikan pengembangan industri mobil listrik terus berjalan. Bahka, ia memastikan Hyundai akan menyelesaikan proses pembangunan pabrik mobil listriknya di Tanah Air pada Maret 2022 sehingga Indonesia segera memiliki produsen kendaraan ramah energi.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan, realisasi investasi asing terus berjalan kendati pandemi Covid-19. Pada kuartal II 2020 atau saat wabah virus corona pertama kali masuk ke Indonesia, penanaman modal asing atau PMA bahkan mencapai lebih dari 50 persen dari total realisasi investasi.

Kondisi ini terjadi lantaran modal asing yang masuk ke Indonesia bukan merupakan proyek jangka pendek. Rata-rata investasi asing memiliki jangka waktu proyek lebih dari dua atau tiga tahun.

"Contohnya Hyundai, mereka investasi US$ 1,5 miliar. Dia bangun terus sekali pun Covi-19. Karena kalau berhenti, mereka rugi," tutur Bahlil Lahadalia.

Rencana groundbreaking Hyundai dan LG lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Mei lalu mengatakan, jika tak ada aral melintang, kedua perusahaan itu baru akan melakukan peletakan batu pertama pada September hingga Oktober 2021.

"Mereka (LG dan Hyundai) akan taruh uang Agustus bersama BUMN. Nanti September-Oktober akan ground breaking," ujar Luhut, Mei 2021.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →