Akhirnya, Sri Mulyani Bawa Kabar Gembira yang Ditunggu-tunggu Jutaan Pelaku Usaha Mikro! BPUM Juli-September Rp3,6 Triliun Segera Cair, Begini Cara Daftarnya...

Oleh : Candra Mata | Senin, 26 Juli 2021 - 08:13 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membagikn sebuah kabar baik terkait Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang akan segera kembali digulirkan oleh Pemerintah untuk periode Juli - September 2021.

Hal tersebut terungkap dari keterangan yang dibagikan Menkeu Sri Mulyani melalui akun isntagramnya @smindrawati hari ini.

"Rp3,6 triliun akan disalurkan kepada 3 juta penerima BPUM pada Juli-September 2021," ungkapnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (26/7/2021).

Sejatinya, BPUM ini adalah dukungan yang diberikan untuk menjaga kelompok masyarakat yang usahanya terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Bagi pelaku usaha yang ingin mendaftar sebagai penerima BPUM, bisa cek prosedur pengajuannya ke website www.kemenkopukm.go.id," ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, bantuan ini merupakan usaha Pemerintah untuk terus memperluas jangkauan dukungan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya pada usaha mikro.

Berbagai bentuk dukungan akan terus dievaluasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar setiap rupiah APBN dapat benar-benar dirasakan manfaatnya. 

"Sebelumnya, pada Januari – Juni 2021, BPUM telah tersalurkan ke 9,8 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp11,76 triliun," ungkapnya.

"APBN akan terus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat di tanah air. Ayo jangan lelah patuhi protokol kesehatan, terus ikhtiar usaha dan doa baik bersama-sama," pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →