Kabar Baik dari Airlangga: PM Lee Dorong Pengusaha Singapura Tanam Duit di RI, Mulai dari Energi Hijau, Kawasan Industri Kendal Hingga Kawasan BBK

Oleh : Candra Mata | Kamis, 15 Juli 2021 - 15:42 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam lawatannya ke Singapura beberapa waktu lalu telah membuahkan hasil yang baik utamanya terkait komitmen investasi Singapura di Indonesia.

Selain bertemu dengan sejumlah Menteri Singapura, Menko Airlangga juga sempat menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Singapura menegaskan komitmennya untuk membangun kerja sama ekonomi dengan Indonesia. 

Dan Perdana Menteri Singapura-pun mendorong pengusaha Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia.

"PM Singapura menyatakan iklim berusaha di Indonesia sudah semakin baik, sehingga Pemerintahnya terus mendorong pengusaha Singapura untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Kamis (15/7/2021).

Selain itu, menurut Airlangga, kedua negara juga berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan energi hijau.

"Pemerintah Singapura akan segera meresmikan pembangkit listrik tenaga Surya terapung di Singapura dengan kapasitas 60 MW," ujarnya.

Untuk diketahui, beberapa perusahaan Singapura telah berkomitmen untuk mengembangkan energi tenaga surya di Indonesia, seperti SembCorp dan Sunseap. 

Saat ini, SembCorp diyakini semakin efisien mengembangkan energi tenaga surya di mana sebelumnya dibutuhkan lahan 1 ha untuk menghasilkan 1 MW, sementara kini di Singapura sudah bisa 0,72 ha untuk menghasilkan 1 MW listrik

Selain itu, Pemerintah Singapura juga terus mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi di Kawasan Industri Kendal (KIK), yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada 2016 silam.  

Sejatinya, Kawasan Industri Kendal merupakan ikon kerjasama bilateral antara Indonesia dan Singapura dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Industri Prioritas.  

KIK ini sendiri merupakan proyek patungan antar dua perusahaan besar, yakni PT Kawasan Industri Jababeka dari Indonesia dan Sembawang Corporation (Sembcorp) asal Singapura.

Selain itu, PM Lee Hsien Loong juga mengapresiasi keputusan Pemerintah yang menetapkan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, karena keputusan ini akan semakin mendorong investasi Singapura ke Indonesia. 

"Kedua negara berkomitmen dan Pemerintah Singapura mengapresiasi perkembangan kerja sama di Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal atau Kawasan Industri Kendal, dan berbagai kerjasama investasi lainnya," ujar Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong.

Menteri Gan menerangkan, peningkatan investasi juga merupakan upaya kedua negara untuk membuka lapangan kerja dan diyakini akan menjadi modal bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi. 

Sementara Menko Airlangga menerangkan, bahwa khusus untuk Kawasan BBK akan dipersiapkan menjadi hub logistik internasional untuk mendukung integrasi dan persaingan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata.

Kemudian, untuk mendukung teknologi digital agar semakin berkembang di Kawasan BBK, Pemerintah Indonesia telah meresmikan Nongsa Digital Park pada Maret 2018 lalu.  

Lokasi ini merupakan proyek utama yang dipergunakan sebagai hub digital antara Indonesia dan Singapura.

Nongsa Digital Park sendiri sudah ditetapkan sebagai KEK melalui PP No. 68 Tahun 2021. 

Saat ini, Nongsa Digital Park memiliki sekitar 160 perusahaan dengan 1000 pekerja yang berasal dari perusahaan lokal maupun perusahaan asing.

Bahkan, perusahaan Telkom asal Uni Emirat Arab, Etisalat dan Telkom berencana menggelontorkan dana investasi hingga US$100 juta untuk membangun data center di Nongsa Digital Park. 

Selain Nongsa Digital Park, Pemerintah Indonesia juga sudah menetapkan zona Batam Aero Technic (BAT) di Batam sebagai KEK melalui PP No. 67 Tahun 2021. 

Dalam pertemuan kedua negara tersebut, juga dibahas soal isu ketenagakerjaan dan upaya untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja melalui kolaborasi antara kedua negara.  

"Indonesia dan Singapura telah menandatangani 29 Perjanjian Kerja Sama (MoU) terkait peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pembahasan manajemen rantai pasokan, keahlian ekonomi digital, teknologi finansial, inovasi sosial, analisa data, pariwisata dan hospitality, kepemimpinan, kebudayaan dan obat-obatan," tutup Airlangga.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →