Bawa Produk IKM Wara-wiri di Pasar Ekspor, Kemenperin Jalin Kolaborasi dengan Sejumlah Kementerian

Oleh : Ridwan | Kamis, 15 Juli 2021 - 07:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengan dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, untuk mendongkrak daya saing IKM, sehingga dapat menembus pasar ekspor dibutuhkan sinergi dengan kementerian dan lembaga lainnya.

"Ini semua bisa terealisasi kalau kita bisa bersinergi. Kolaborasi itu harus dibuat untuk menciptakan IKM itu bisa ekspor," kata Gati pada Talkshow Peluang Pasar Dalam Negeri dan Ekspor Produk IKM Pangan di Provinsi Jawa Barat secara virtual di Jakarta, (14/7/2021).

Dijelaskan Dirjen IKMA, pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Maritim dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuat IKM Nasional dapat menembus pasar ekspor.

Adapun beberapa program di antaranya, Pasar Digital UMKM (PaDi) yang diinisiasi Kementerian BUMN, program Indonesia Spice Up The World untuk memperkenalkan bumbu atau produk pangan olahan khas Indonesia, serta program Aku Siap Ekspor (Akselerasi UKM Siap Ekspor) sebagai bentuk kolaborasi Kemenperin, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Program Indonesia Spice Up The World akan diluncurkan saat National Day Expo 2020 Dubai pada 2 November 2021. Kemenperin mendorong kerja sama dengan Lulu Group International untuk memasarkan rempah dan bumbu Indonesia di seluruh jaringan sektor bisnis milik retail terbesar di Timur Tengah itu. 

Sementara program Aku Siap Ekspor ditargetkan dapat memperluas akses pasar internasional bagi IKM sektor home decor. 

Menurut Gati, Kementerian Perdagangan melalui atase perdagangan dan ITPC di berbagai negara akan mencari informasi terkait produk yang dibutuhkan di negara tersebut untuk selanjutnya dapat disosialisasikan kepada pelaku industri agar memproduksi produk yang dibutuhkan pasar tujuan ekspor.

"Ini penting untuk dapat kita sosialisasikan agar pelaku IKM dapat memproduksi produk sesuai kebutuhan pasar ekspor," tuturnya.

Dirjen IKMA berharap IKM telah menyiapkan produk yang berkualitas, membangun branding yang positif, memperkuat inovasi, dan mampu membaca tren serta kebutuhan pasar global.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →