Sore ini, IHSG Ditutup di Level Tertinggi Baru 5.791

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 19 Mei 2017 - 17:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (19/05) ditutup melesat 146 poin, atau 2,6% ke posisi 5.791,88 yang merupakan level tertinggi baru sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Pada sehari sebelumnya, IHSG terkapar di level 5.645,45 akibat aksi jual agresif para pelaku pasar. IHSG pada perdagangan di akhir pekan ini bergerak pada kisaran 5.630-5.825.

 Kenaikan tajam IHSG di akhir pekan ini didukung oleh kenaikan harga 239 saham. Sementara itu, ada 229 saham mengalami penurunan harga, 120 saham stagnan dan 127 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

 Total nilai transaksi pada hari ini sebesar Rp8,39 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 8,83 miliar unit saham. Investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp101 miliar. Kendati demikian, mereka masih melakukan aksi beli saham bersih (net buying) dengan volume sebanyak 90 juta unit saham.

 Seluruh indeks sektoral BEI menghijau di sepanjang perdagangan hari ini. Indeks sektor infrastruktur mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 3,54%, atau 39,77 poin, ke posisi 1.164. Kemudian disusul oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing melesat 3,45% dan 2,55%.

 Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers hari ini adalah saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya melesat Rp60, atau 10,4%, menjadi Rp635 per unit, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya naik Rp100, atau 8,2%, menjadi Rp1.325 per unit dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang harganya terangkat Rp4.475, atau 6,2%, menjadi Rp76.500 per unit.

 Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada hari ini adalah saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang harganya tergerus Rp95, atau 5,1%, menjadi Rp1.770 per unit, saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang harganya susut Rp55, atau 3,2% menjadi Rp1.690 per unit dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya terpangkas Rp4, atau 1%, menjadi Rp396 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →