Laba Bersih 2016 Reliance Finance Naik 70%

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 19 Mei 2017 - 11:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (Reliance Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp11,6 miliar pada 2016, meningkat 70,5% dibandingkan dengan realisasi laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp6,8 miliar.

“Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan sebesar 98% menjadi Rp50,9 miliar pada 2016 dibandingkan sebesar Rp25,7 miliar pada 2015,” ujar Hadianjaya, Direktur Utama Reliance Finance kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/05/2017).

Hadianjaya mengemukakan, realisasi kinerja Reliance Finance pada 2016 sangat baik karena didukung oleh perencanaan keuangan yang solid dan lini bisnis pembiayaan kepemilikan rumah (mortgage) yang berkembang secara signifikan dengan tetap mengutamakan kehati-hatian. Hal itu diindikasikan oleh kenaikan piutang perseroan sebesar 21,4% menjadi Rp316,3 miliar pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp260,6 miliar.

Saat ini, demikian Hadianjaya, Reliance Finance menjalani bisnis mortgage, lini bisnis pembiayaan bersama dengan perusahaan pembiayaan lainnya (joint financing) dan pembiayaan multiguna.

“Selama ini, mayoritas pendanaan kami bersumber dari pasar modal, yaitu melalui penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) dan obligasi. Kedepan, kami akan memperluas sumber pendanaan tersebut dari perbankan, baik melalui pinjaman bilateral, channeling, joint financing maupun pendanaan lainnya,” tutur Hadianjaya.

Hadianjaya juga mengungkapkan, Reliance Finance akan terus memusatkan perhatian bisnisnya untuk memperbesar kontribusi setiap lini bisnis yang ada, membidik nasabah baru, melakukan sinergi dengan unit bisnis di bawah naungan Reliance Group dan memanfaatkan seluruh jaringan pemasaran Reliance Group. (Abraham Sihombing

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →