Gercep! Tingkatkan Rasa Aman dan Nyaman bagi Investor, Tokocrypto Jalin Kolaborasi dengan Peruri
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Fenomena aset kripto yang fantastis kian menarik minat investor Indonesia. Hingga saat ini, bursa perdagangan aset kripto di Indonesia mengalami pertumbuhan jumlah investor, volume serta transaksi yang signifikan.
Dilansir dari beberapa media, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor crypto di Indonesia mencapai 4,45 juta di akhir Maret 2021.
CEO & Co-Founder Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, pihaknya mencatat active trader di Tokocrypto mencapai lebih dari 90.000 per minggu, dengan volume transaksi harian meencapai kurang lebih US$ 60.000.000.
"Sementara untuk total mobile apps download mencapai 400 ribu sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2020," kata Kai di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, pertumbuhan positif aset kripto tidak dapat dilepaskan dari peran serta berbagai pihak antara lain, pemerintah, pedagang, asosiasi, media dan para investor.
Sebagai pedagang aset kripto yang pertama teregulasi di Bappepti, Tokocrypto merasa perlu berperan aktif dan menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pedagang, salah satunya senantiasa mematuhi peraturan Bappepti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.
"Selain itu, kami telah selesai melakukan audit ISO 27017 terkait cloud security, dimana ISO 27017 hanya dimiliki oleh cloud provider saja. Tak hanya itu, kami juga melakukan kewajiban pelaporan secara berkala kepada Bappepti dan PPATK," ujar Teguh Kurniawan Harmanda selaku COO Tokocrypto.
Sementara itu, Tokocrypto aktif menjalin kolaborasi strategis salah satunya dengan ICH, lembaga yang menerima pelaporan dan pendaftaran transaksi aset kripto di Indonesia.
Integrasi Tokocrypto dengan ICH merupakan sebuah langkah konkrit yang dilakukan untuk membangun ekosistem perdagangan aset kripto yang lebih terkontrol dan terawasi dengan baik sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan kepada investor untuk bertransaksi di Indonesia.
Tak hanya berhenti sampai disitu, Tokocrypto juga menjalin kolaborasi bersama Peruri, sebagai satu-satunya BUMN yang termasuk dalam penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) di bawah koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Sebagai PSrE, Peruri memiliki kemampuan menerbitkan digital certificate yang akan digunakan untuk identity management dan proses e-KYC di Indonesia melalui BlocktoGo.
Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengatakan, pihaknya meengapresiasi dan dukungan langkah Tokocrypto untuk terus meningkatkan 'trust' dan rasa nyaman bagi pelanggan dan ekositemnya.
Dijelaskan Dwina, untuk menciptakan iklim industri aset kripto yang kondusif, pemerintah telah mengeluarkan berbagai insentif, meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum hingga kepastian berusaha di sektor komoditas digital atau aset kripto.
"Kami tentunya mendukung berbagai kebijakan pemerintah terkait aset kripto yang bertujuan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, termasuk dalam mendukung Bappepti dalam menghadapi mutual evaluation review (MER) agar Indonesia mendapatkan keanggotaan penuh FATF," tutup Dwina.