Waduh Miris! Sejumlah Pengusaha Hotel dan Restoran Menjerit Ungkap Kondisi yang Kian Terpuruk

Oleh : Ridwan | Selasa, 20 April 2021 - 09:50 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menilai, sejauh apapun insentif yang diberikan pemerintah untuk menunjang sektor pariwisata, tidak akan mengangkat derajat sektor tersebut jika demand (permintaan) tertahan atau tidak ada.

Maulana menyebutkan, demand masih menjadi hal yang paling penting dibutuhkan untuk kembali menggerakan sektor pariwisata. Dimana saat minat berwisata kurang maka berbagai jenis stimulus tidak akan berefek ke bisnis pariwisata.

"Kalau kita bicara insentif, sebenarnya yang dibutuhkan sektor pariwisata yaitu demand, mungkin insentif itu tidak mungkin bisa mengimbangi apa yang terjadi oleh sektor pariwisata, sektor transportasi yang semuanya akan terpuruk besar-besaran di 2021," ujar Maulana, kemarin

Ia mengatakan, pandemi covid-19 yang melanda Indonesia selama lebih dari satu tahun, dirasakan sangat berat oleh sektor pariwisata. 

Bahkan, tambahnya, momen lebaran 2021 ini saja disebutnya tidak akan menimbulkan demand yang baik, karena adanya kebijakan larangan mudik.

"Kalau ditanya strategi baru tidak ada lagi, karena selama tidak ada demand-nya, strategi apapun tidak akan berguna karena yang dibutuhkan adalah demand," pungkasnya. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →