Masyarakat Tolong Disimak Baik-baik! Menparekraf Sandiaga Uno Bagi-bagi Tips Aman Belanja Jenama Lokal

Oleh : Ridwan | Senin, 19 April 2021 - 10:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpotensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem yang menunjang.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam OPUS Ekonomi Kreatif tahun 2019, ekonomi kreatif berkontribusi sebesar Rp 1.105 triliun terhadap PDB nasional. Angka ini naik 9,5 persen dibanding tahun 2017 dengan total kontribusi sebesar Rp1.009 triliun.

Tak heran jika hal ini membuat Indonesia berada di posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB negara. Namun pandemi Covid-19 membuat sektor yang sedang melesat ini, seakan terhenti lajunya.

Lewat aksi #InDOnesiaCARE Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin menjadi kunci utama dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Proyeksi pemulihan pariwisata ini akan bergantung sekali pada kasus COVID-19. Jika kita bisa single atau double digit (angka penularan kasus COVID-19) tentu akan sangat luar biasa sehingga akan membangun confidence to travel dari wisatawan," kata Menparekraf Sandiaga Uno, awal Februari 2021.

Supaya tetap aman saat belanja jenama lokal yang berbasis wastra nusantara, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan: 

Belanja lewat e-commerce

Era digital memudahkan siapapun berinteraksi tanpa harus bertemu. E-commerce adalah solusi menyenangkan dan aman ketika belanja jenama lokal yang berbasis wastra nusantara. Selain bisa puas memilih berdasarkan selera, aktivitas belanja lewat E-commerce juga bisa lebih terpantau berdasarkan kemampuan.

Patuhi protokol kesehatan

Jika terpaksa belanja dengan cara konvensional, jangan sekali-kali abaikan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Usahakan juga bertransaksi dengan cara non tunai, agar keamanan dan kehigienisan lebih terjamin.

Hindari tempat ramai

Saat mengunjungi sebuah tempat dan ternyata cukup ramai, sebaiknya tunggu hingga situasi agak kondusif. Namun disarankan untuk mencari tempat lain yang lebih sepi. Selain lebih tenang, berbelanja di tempat sepi juga cenderung lebih aman.

Belanja jenama lokal di situasi pandemi bukanlah hal yang menakutkan, asal kita selalu patuh dan disiplin pada protokol kesehatan dengan menerapkan 3M di mana pun. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →