Hak Cipta Lagu dan Musik Bakal Dikenakan Royalti, Pengusaha: Pak Jokowi! Jangan Semua Dipunguti, Kita Juga Lagi Susah

Oleh : Ridwan | Rabu, 07 April 2021 - 08:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan seharusnya pemerintah menunda membuat hal-hal yang menyulitkan pelaku usaha. 

Hal tersebut menanggapi telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik yang telah resmi ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Beleid tersebut mengatur tentang kewajiban pembayaran royalti bagi yang menggunakan lagu dan/atau musik secara komersial ataupun layanan publik.

"Kita sih mintanya cooling down dulu lah dalam situasi sulit seperti ini," katanya di Jakarta (6/4).

Dijelaskan Sutrisno, pihaknya bukan tidak mau membayar royalti, namun kondisi finansial pelaku usaha sedang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19. 

"Jangan semua dipunguti kita juga kan lagi susah, nanti kalo sudah lebih baik baru boleh lah yang seperti itu," terangnya.

Dia menambahkan bahwa selama ini pihaknya juga membayar royalti pada musik-musik yang bersifat komersial, baik di hotel dan restoran. 

"Ya kalo lagu itu bersifat komersial dibayar tentunya. Tapi seharusnya di tengah kondisi seperti ini jangan ada aturan seperti itu, karena kami sedang sulit," tandasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →