Tahun ini, Pendapatan Prodia Ditargetkan Tumbuh 13%

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 12 Mei 2017 - 09:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), perusahaan jasa layanan kesehatan, diperkirakan tumbuh 13% menjadi Rp1,53 triliun pada 2017 dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan pada 2016 sebesar Rp1,36 triliun.

“Hingga triwulan pertama tahun ini, perseroan telah meraih pendapatan Rp331,6 miliar, atau sudah mencapai sekitar 22% dari target setahun penuh pada 2017. Jika dibandingkan dengan realisasi pada triwulan pertama 2016 sebesar Rp311,36 miliar, maka pendapatan per Maret 2017 tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 6,5%,” ujar Dewi Muliaty, Direktur Utama PRDA, pada konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (09/05/2017).

Dewi memaparkan, pertumbuhan pendapatan perseroan tersebut akan ditopang oleh ekspansi penambahan laboratorium. Dalam 5 tahun kedepan, PRDA akan menambah dua laboratorium rujukan berskala regional di Sumatera dan Jawa, 33 laboratorium klinik dan 12 kliki khusus baru. Perseroan juga akan menambah 20 gerai jasa dan lima laboratorium rumah sakit.

“Untuk tahun ini, kami akan mengalokasikan investasi bernilai Rp400-450 miliar untuk membiayai pembangunan laboratorium klinik dan laboratorium khusus. Dana investasi tersebut berasal dari Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) yang dilakukan pada akhir 2016 lalu,” papar Dewi.

Dewi menjelaskan, sekitar Rp350 miliar dari nilai investasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembukaan, relokasi dan renovasi berbagai gerai. Sisanya baru digunakan untuk membiayai laboratorium klinik dan laboratorium khusus.

“Setiap laboratorium diperkirakan menelan investasi berkisar Rp 56-57 miliar,” imbuh Dewi.

Dewi mengungkapkan, pendirian laboratorium tersebut sedang dalam tahap perizinan pendirian Next Generation Medicine Laboratorium berbasis pelayanan individual, sehingga nantinya dosis obat akan diberi berdasarkan kebutuhan genetik tiap individu.

Sementara itu, para pemegang saham dalam RUPST perseroan telah menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp26,4 miliar (Rp28,2 per saham). Total dividen yang dibagikan itu mencapai 30% dari laba bersih konsolidasi PRDA pada 2016 sebesar Rp88,13 miliar. (Abraham Sihombing

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →