Goks! Jerman Bakal Danai Proyek Infrastruktur Hijau di Indonesia, Nilainya Rp42 Triliun

Oleh : Ridwan | Senin, 29 Maret 2021 - 16:02 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah Jerman menyatakan komitmennya untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur hijau di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Manoarfa dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.

"Total pendanaan nya mencapai 2,5 miliar euro. Nilai tersebut setara dengan Rp 42,5 triliun jika asumsi kurs Rp 17.000 per euro," katanya.

Menurutnya, dari total pendanaan 2,5 miliar euro ini, separuhnya akan dilakukan dengan skema G to G. Lalu selebihnya dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Lebih lanjut, Suharso mengatakan, komitmen pendanaan ini muncul dari kerja sama kedua negara dalam Green Infrastructure Initiative (GII). Kick off meering sudah dilakukan sejak 4 Maret 2021.

"Kerja ini mencakup sektor yang sangat penting," terang Suharaso.

Saat ini, kata Suharso, terdapat potensi proyek di dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) atau Blue Book 2020-2024. Proyek ini akan dibiayai dengan GII senilai 476 juta euro

Lalu, ada juga proyeksi pemanfaatan pinjaman program selama lima tahun senilai 1 miliar euro. Sehingga, kata Suharso, masih tersedia ruang pemanfaatan senilai 1,02 miliar euro.

Bappenaas juga menyebut ada tiga sektor yang disepakati dalam kerja sama ini. Mulai dari pengelolaan air minum dan air limbah, transportasi perkotaan, dan pengelolaan sampah.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →