Lanud Roesmin Nurjadin Butuh Perhatian, Meutya DPR: Pesawat Singapura Kerap Masuk RI...

Oleh : Nata Kesuma | Minggu, 28 Maret 2021 - 19:12 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sebagai objek vital dan sumber kekuatan pertahanan di kawasan Sumatera, Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau, sangat membutuhkan perhatian.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid mengatakan, tidak saja pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), tapi juga sarana dan prasarana pendukung harus ditambah.

Pasalnya, di Lanud Roesnin Nurjadin ada dua skadron udara yang beroperasi untuk menjaga kedaulatan negara, yaitu skadron 12 dan 16.

"Komisi I DPR RI mencatat sejumlah kebutuhan Alutsista dan sarana prasarana di lingkungan Lanud Roesmin Nurjadin yang perlu diperhatikan," kata Meutya, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (28/3/2021).

Dikatakannya lebih lanjut, penambahan pesawat tempur dan perbaikan sarana Lanud jadi keniscayaan yang perlu mendapat perhatian Komisi I.

Untuk itu, usai bertemu Komandan Lanud  Roesmin Nurjadin, komisi I , terang Mutya sepakat mendukung pemenuhan kebutuhan Alutsista yang layak untuk Lanud Roesmin Nurjadin.

"Hasil pertemuan akan kami sampaikan ke Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf TNI," kata Mutya.

Sejatinya, lanud ini berbatasan dengan Singapura. Operasi menjaga kedaulatan negara pun selalu dilakukan untuk menghalau pesawat-pesawat Singapura masuk ke wilayah Indonesia. 

Mutya juga semoat kaget mendengar cerita Komandan Lanud yang mengungkapkan bahwa pesawat Singapura kerap masuk wilayah Indonesia. 

Walau sudah dihalau dengan pesawat tempur Indonesia, katanya, pesawat Singapura selalu membandel. 

"Mereka masuk lagi, saat pesawat Indonesia sudah turun. Jadi, seperti kucing-kucingan saja," ungkap komandan Lanud seperti disampaikan oleh Meutya.

Usai melihat dari dekat kekuatan pertahanan dua skadron di Lanud Roesmin Nurjadin, Komisi I pun menegaskan bahwa lanud ini sangat membutuhkan perbaikan sarana dan penambahan pesawat tempur. 

"Selain itu, mess para prajurit pun perlu ditambah, karena saat ini kekurangan di Lanud sendiri kekurangan unit mess untuk menampung para prajurit," tandas Meutya.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →