Proyek Tol Padang-Pekanbaru Ruas Padang-Sicincin Mangkrak, Rezka DPR: Jangan Ganti Rugi Lahan Tapi Ganti Untung

Oleh : Nata Kesuma | Senin, 22 Maret 2021 - 14:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi II DPR RI Rezka Oktoberia mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru ruas Padang-Sicincin di Provinsi Sumatera Barat yang mangkrak karena persoalan pembebasan tanah. 

Dia mengatakan pihaknya siap mengawal agar pengerjaan jalan tol sepanjang 36,2 kilometer itu bisa lancar.

“Kami di Komisi II siap memperjuangkan dan menjadi garda terdepan untuk bersinergi dengan semua pihak terkait, BPN (Badan Pertanahan Nasional) provinsi maupun pusat," ujarnya, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (22/3/2021).

"Kita siap menjadi garda terdepan untuk bisa menyelesaikan demi kepentingan masyarakat Sumatera Barat, terkhususnya dengan pembangunan tol ini," sambung Rezka usai mengikuti kunjungan Komisi II DPR RI ke Kantor Wilayah BPN Sumbar, di Padang, baru-baru ini.

Sebelumnya, Rezka mendapat informasi bahwa pembangunan fisik Jalan Tol Padang-Sicincin dihentikan sementara,  karena masih terkendala pembebasan lahan yang dilaksanakan BPN bersama pemerintah daerah. 

Sementara, proyek tol Padang-Pekanbaru tetap dilanjutkan di lokasi lain yang sudah selesai pembebasan lahannya.

Untuk itu dirinya mendorong Pemprov Sumbar untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat. Ia berharap, ada titik temu antara kedua belah pihak. 

"Mungkin ini ada masalah komunikasi ataupun antara pemerintah kabupaten dan pihak masyarakat belum ada titik temu. Saya berharap pihak-pihak terkait bisa menyelesaikan segera," harap politisi asal Partai Demokrat itu.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar tidak ada lagi ganti rugi dalam mekanisme pembebasan lahan, namun ganti untung. 

Mengingat, mata pencarian utama masyarakat setempat adalah bertani. 

"Kita tahu mayoritas mereka adalah bertani, otomatis dengan adanya tol ini maka mata pencahariannya akan hilang. Harapan saya, hal ini juga perlu dipertimbangkan dengan ganti untung," tandasnya.

Legislator dapil Sumbar II tersebut menambahkan, pembangunan tol Padang-Pekanbaru ini sangat penting dan besar manfaatnya bagi perekonomian masyarakat Sumbar. 

Sebelumnya, pengerjaan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Seksi I meliputi Padang-Sicincin yang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya mundur dari target awal.

Sampai saat ini, lahan yang bebas baru 5 kilometer dari proyek jalan tol Padang-Sicincin se panjang 36,2 kilometer.

Ditargetkan proyek Tol Padang-Sicincin tahun ini selesai 35 persen. Diproyeksikan, target tol Seksi I selesai akhir tahun 2022 jika lahan sudah 100 persen bebas pada semester 1 tahun 2021.

Perlu diketahui, total estimasi biaya investasi proyek pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru mencapai Rp78 triliun. Proyek ini sendiri sepanjang 245,80 kilometer dan akan terbagi dalam enam seksi pembangunan.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →