Peta Okupansi Sektor Logistik dan Supply Chain Resmi Diteken, Kadin Siap Ciptakan SDM Kompeten dan Berkualitas

Oleh : Ridwan | Selasa, 09 Maret 2021 - 21:10 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perekonomian, BNSP, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kadin Indonesia mewakili pelaku usaha menandatangani Nota Kesepahaman Peta Okupasi Sektor Logistik dan Supply Chain. 

Penandatanganan itu dilaksanakan bertepatan dengan Peluncuran peta okupasi logistik dan supply chain atau rantai pasok dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang logistik nasional, di Jakarta Selasa (9/3/2021).

Kadin mengapresiasi kerja sama dan diluncurkannya Peta Okupasi Sektor Logistik dan Supply Chain yang di inisiasi oleh Kementerian perekonomian. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok, Rico Rustombi menerangkan bahwa Peta Okupasi Sektor Logistik dan Supply Chain merupakan salah satu upaya pengembangan kualitas SDM sektor logistik sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS) dan memperhatikan amanat Peraturan Pemerintah No. 83 Tahun 2019 tentang Penyediaan Tenaga Teknis yang Kompeten di Bidang Perdagangan Jasa, bahwa penyedia jasa wajib didukung dengan tenaga teknis yang kompeten dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. 

Menurutnya, Peta Okupasi ini akan memberikan manfaat yang besar bagi para pihak dan para pelaku usaha untuk kemajuan dan pengembangan sumber daya Manusia yang kompeten di bidang usaha logistic dan supply Chain. 

"Kadin berharap dengan tersedianya Peta Okupansi, maka akan mendorong lembaga pendidikan dan pelatihan untuk melaksanakan pelatihan tenaga teknis di bidang logistic dan supply chain di Indonesia," terang Rico.

Dijelaskan Rico, Nota Kesepahaman ini sebagai upaya mewujudkan dan mengakselerasi pelaksanaan proses penyiapan SDM yang kompeten pada semua perusahaan logistik dan supply chain di Indonesia, yang pada gilirannya dapat mendukung peningkatan daya saing perusahaan logistik nasional dan daya saing ekonomi bangsa.

Proses penyusunan Peta Okupasi bidang logistik dan supply chain, sejak awal penyusunannya melibatkan berbagai stakeholder baik pemerintah, Kadin Indonesia, akademisi, lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, pelaku usaha, serta praktisi. 

Banyaknya para pemangku kepentingan yang terlibat penyusunan Peta Okupasi tersebut tentunya akan mempermudah dan mempercepat proses pelaksanaan sertifikasi kompetensi dilapangan.

"Kadin mewakili pelaku usaha mendukung penuh upaya pemerintah dalam mendukung penyiapan sarana penyediaan tenaga teknis bidang logistik dan supply chain yang kompeten dan professional baik pada tingkat operasional maupun manajerial yang menjadi salah satu kunci penggerak perbaikan logistik nasional," ujar Rico.

Kadin berharap bisa mendukung dalam pelaksanaannya untuk mencetak asesor-asesor terkait uji kompetensi LSP dibawah KADIN. 

"Dlam mengembangkan LSP ini, Kadin bersama para Asosiasi anggota di sektor logistik akan meng-endorse pencetakan asesor baru di bidang logistik dan supply Chain di Indonesia," paparnya.

Sekretaris Kementerian Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam sambutannya menjelaskan bahwa ke depan SDM di bidang logistik nasional diharapkan akan semakin berkualitas, mempunyai kompetensi yang tinggi dan berdaya saing tinggi serta pasti nantinya akan bermanfaat besar untuk mendorong perekonomian nasional.

Dijelaskan Susiwijono, okupasi nasional bidang logistik dan supply chain berisi informasi dari jabatan-jabatan pekerjaan yang ada di sektor logistik.

"Informasi tersebut menjadi instrumen dan sumber informasi untuk mendukung proses link and match antara kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi yang dibutuhkan oleh industri," katanya.

Selanjutnya, kata dia, peta okupasi diharapkan akan menjadi referensi nasional pertama bagi kementerian dan lembaga dalam menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang logistik. Peta okupasi pun juga akan berguna bagi lembaga pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan kurikulum dan mengembangkan skema sertifikasi.

"Akan bermanfaat dalam pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran supaya menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan industri dan bagi teman teman LSP sendiri ini akan bermanfaat betul dalam mengembangkan skema sertifikasi yang akan digunakan sebagai rujukan untuk menyusun materi uji kompetensi menyediakan tenaga penguji dan juga dalam melakukan assesment," jelas Susiwijono.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →