Siap-siap! Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran Senilai Rp1,96 Triliun Beroperasi Maret 2021

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 06 Maret 2021 - 10:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pada Maret 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran sepanjang 14,19 Km dapat selesai atau bisa dioperasikan. Saat ini kemajuannya telah mencapai 93,06%.

Dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari laman KemenPUPR pada Sabtu (6/3/2021), ruas tol ini merupakan salah satu dari 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II) yang dibangun untuk melengkapi konektivitas di kawasan Metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Selain itu, untuk memperlancar lalu lintas/memangkas waktu perjalanan, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada aglomerasi Megapolitan Jabodetabek, sekaligus mengurangi beban lalu lintas Jalan Tol JORR I, dan menjadi akses tol alternatif menuju Bandara Internasional Soekarno - Hatta dan wilayah sekitarnya.

Ruas tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dengan nilai investasi sebesar Rp1,96 triliun.

Pembangunan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran terbagi menjadi 4 Seksi, yaitu Seksi I (Kunciran – Tirtayasa) sepanjang 2,04 Km, Seksi II (Tirtayasa – Benteng Betawi) sepanjang 3,52 Km. 

Kemudian Seksi III (Benteng Betawi – H.Sastranegara) sepanjang 6,57 Km, dan yang terakhir Seksi IV (H.Sastranegara – SS Benda) sepanjang 2,06 Km. 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →