Andi Arief Geram: KLB Ilegal, Pak Jokowi Harus Bertindak! Jangan Salahkan Jika Mantan Presiden SBY Demo di Istana...

Oleh : Candra Mata | Jumat, 05 Maret 2021 - 14:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kegiatan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara pada hari ini Jumat (5/3/2021) ditentang habis Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief.

Alasannya, Andi menilai KLB itu merupakan kegiatan inkonstitusional (ilegal).

Untuk itu, Andi meminta Presiden Jokowi segera bertindak dan tidak melakukan pembiaran atas kegiatan KLB yang diinisiasi oleh Jhony Allen Dkk tersebut.

"Pemerintah lakukan pembiaran jika KLB ilegal terjadi.Pak Jokowi harusnya bisa bertindak, terlalu lembek bela demokrasi," ucaonya seperri dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun twitternya @AndiArief_ID pada Jumat (5/3/2021).

Tak hanya itu, Andi juga menyebut-nyebut nama mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berdemonstrasi di Istana Jakarta.

"Soal etika hargai mantan Presiden (SBY) yang lakukan kebenaran juga beku hatinya. Jangan salahkan jika mantan Presiden demonstrasi di Istana dengan standar prokes," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, perisapan pelaksanaan KLB Demokrat terus berjalan.

Dimana tamu-tamu undangan terus berdatangan kelokasi acara yang berpusat di Hotel The Hill Sibolangit Deli Serdang Sumut ini.

"(Insyaallah) KLB dilaksanakan pada Jumat (5 Maret 2021) siang. Peserta yang sudah menyatakan siap hadir sebanyak 1.200 orang. Terdiri DPC, DPD, organisasi sayap, dan semua tamu undangan," kata Pendiri Partai Demokrat, HM Darmizal MS kepada awak media, Jumat (5/3).

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →