Jadi Salah Satu Proyek Strategis Nasional, Apa Saja Keunggulan Bendungan Tapin Karya Brantas Abipraya?
INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Brantas Abipraya (Persero) berhasil merampungkan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (18/2/2021) lalu.
Bendungan ini merupakan bendungan kedua karya Brantas Abipraya yang diresmikan dalam waktu berdekatan pada bulan February 2021, setelah sebelumnya Presiden Jokowi juga meresmikan Bendungan Tukul yang berada di Pacitan, Jawa Timur.
"Ini merupakan bentuk komitmen Brantas Abipraya, sebagai salah satu BUMN konstruksi yang mendukung ketahanan air dan pangan nasional," kata Bambang E. Marsono, Direktur Utama Brantas Abipraya dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (22/2/2021).
"Bendungan ini dibangun dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak, kapasitas tampung yang dimiliki sebesar 70,52 meter kubik. Sehingga Bendungan Tapin berpotensi memberikan layanan optimal irigasi untuk warga di Kabupaten Tapin," lanjut Bambang.
Bukannya tanpa alasan, Bambang menambahkan keoptimalan bendungan ini dalam memenuhi kebutuhan irigasi dapat dilihat dari besaran area jangkauannya yaitu seluas 5.472 hektar.
Kehadiran Bendungan yang telah menelan anggaran sebesar Rp986,5 miliar ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi masyarakat di Tapin dan sekitar.
Salah satu manfaatnya pun telah dirasakan oleh masyarakat Tapin, terbukti saat Kalimantan Selatan terkena bencana banjir di Januari lalu hanya sedikit wilayah Tapin yang terdampak parah dibandingkan daerah lainnya.
Keberadaan bendungan ini diharapkan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Tapin sebesar 500 liter/detik, mereduksi banjir sebesar 107 m3/detik, konservasi air (ground water recharge), destinasi wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin, dan sumber air untuk PLTA sebesar 3,30 MW.
“Semoga bendungan ini dapat memberikan nilai lebih untuk masyarakat. Dapat mendorong ketahanan pangan dengan meningkatnya pertanian di Tapin. Lalu juga sebagai baku untuk air minum dan kemudian yang terpenting juga untuk energi,” kata Bambang.
Merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi unggulan Pemerintah, bendungan ini juga berpotensi menjadi tempat rekreasi yang dapat mengundang banyak wisatawan.
Hal ini dikarenakan bendungan yang proses impounding-nya atau tahap pengisian awal telah dimulai sejak 2 Oktober 2020 lalu ini memiliki keindahan alam pegunungan Meratus sebagai daya tarik alamnya yang indah, sehingga wisatawan dapat berswafoto di sana.