Wow Luar Biasa! Per 19 Januari 2021, Modal Asing Banjiri Indonesia, Jumlahnya Capai USD 5,1 Miliar

Oleh : Ridwan | Jumat, 22 Januari 2021 - 12:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bank Indonesia mencatat aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali berlanjut, tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflow sebesar US$ 2,1 miliar pada triwulan IV 2020. 

Jumlah tersebut menunjukkan pembalikan arah dari triwulan sebelumnya yang mencatat net outflow US$ 1,7 miliar.

"Memasuki awal tahun 2021, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik ini terus berlanjut dan mencapai US$ 5,1 miliar per 19 Januari 2021, termasuk penerbitan obligasi global oleh pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual usai Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta (21/1/2021)

Dengan perkembangan ini, kata dia, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 tetap tinggi, yakni US$ 135,9 miliar. 

Nilai itu setara pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Dia juga mengatakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.

Kinerja positif transaksi berjalan diprakirakan berlanjut pada triwulan IV 2020, terutama didorong oleh surplus neraca barang yang meningkat.

Neraca perdagangan pada triwulan IV 2020 mencatat surplus sebesar US$ 8,3 miliar. Nilai itu meningkat dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 8,0 miliar.

Ekspor pada Desember 2020 mencatat kenaikan tertinggi sejak 2013 mencapai US$ 16,5 miliar atau tumbuh 14,6 persen (yoy), sejalan dengan kenaikan harga komoditas dan permintaan terutama dari Cina, AS, dan ASEAN. Secara keseluruhan tahun 2020, defisit transaksi berjalan diprakirakan sekitar 0,5 persen dari PDB.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan sekitar 1,0 persen hingga 2,0 persen dari PDB pada tahun 2021, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →