Menteri Nadiem Blak-blakan Ungkap Fakta: Hanya 15,5% Sekolah yang Sanggup Gelar PTM, 84,5% Lainnya Siap Belajar Dari Rumah

Oleh : Candra Mata | Jumat, 22 Januari 2021 - 11:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim angkat suara terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disekolah bagi para siswa di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, pelaksanaan kebijakan PTM sebenarnya telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang direncanakan berjalan pada Januari 2021.

SKB dimulai dengan pemberian izin ke pemerintah daerah atau kantor wilayah Kemenag. Dilanjutkan dengan izin berjenjang dari satuan pendidikan dan orang tua.

"Dalam SKB ini secara prinsip pembelajaran tatap muka tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga pendidikan," ujar Nadiem seperti dilnsir redaksi Industry.co.id dari laman Kemendikbud pada Jumat (22/1/2021).

Dijelaskannya, meski Kemendikbud telah memberikan otoritas pada pemerintah daerah, keinginan pemda untuk membuka satuan pendidikan dinilainya masih cukup rendah. 

Terutama untuk satuan pendidikan di kota-kota besar yang penyebaran virus dan kepadatan penduduknya tinggi. 

Mendikbud menilai banyak daerah yang memilih menggunakan opsi yang lebih aman untuk mempersiapkan diri dulu. 

“Setiap pemda merespons (mengeluarkan kebijakan) sesuai situasi riil di daerah mereka,” jelas  Nadiem.

Sementara itu, pihaknya juga telah menghimpun Laporan Proses Belajar Mengajar Satuan Pendidikan. 

Merujuk survei yang telah dilaksanakan, diperoleh fakta bahwa sebanyak 84,5 persen satuan pendidikan (186.552 sekolah) menyatakan siap Belajar Dari Rumah.

"Sementara itu, 15,5 persen sisanya (34.200 sekolah) menyatakan sanggup menggelar belajar tatap muka dengan protokol kesehatan," pungkas Nadiem.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →