Indonesia Harus Aktif Lobi AS Secara Bilateral Tingkatkan Ekspor

Oleh : Ridwan | Jumat, 05 Mei 2017 - 19:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Industri nasional perlu aktif membuka akses ke pasar Internasional yang bersifat nontradisional dalam rangka meningkatkan ekspor.

Negara-negara di kawasan Amerika Tengah dan Selatan, Karibia, Eropa Tengah dan Timur berikut organisasi regionalnya, Afrika, Timur Tengah, serta negara-negara di sekitar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association atau IORA) memiliki berbagai potensi untuk digarap.

"Indonesia harus aktif melakukan lobi dengan AS secara bilateral, sesuai dengan kebijakan AS saat ini," ungkap Mantan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu saat menjadi pembicaraa dalam FGD yang di gelar Kemenperin di Jakarta (5/5/2017).

Mari menambahkan, selain itu, pemerintah dan swasta di Indonesia perlu melakukan negosiasi berdasarkan peraturan perdagangan Internasional yang ada.

"Indonesia harus jalin komunikasi yang aktif dan membangun perjanjian bilateral dengan AS untuk mengurangi pembatasan ekspor Indonesia dan mengisi kekosongan pasar produk," terang Mari.

Dalam strategi hubungan bilateral dengan AS, Indonesia dapat menggunakan persiapan yang selama ini dilakukan untuk masuk ke perjanjian multilateral Trans-Pacific Partnership (TPP) yang telah dihentikan AS. Karenanya, Indonesia perlu membenahi aturan-aturan terkait langkah tersebut.

"Indonesia harus fokus meningkatkan pertumbuhan dari produktifitas dan menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan dari sektor jasa, perkembangan teknologi dan global value chain," jelas Mari.  

Yang lebih penting, Indonesia bersama negara Asia Tenggara lainnya harus meningkatkan kerjasama di dalam ASEAN maupun RCEP untuk meningkatkan daya saing dan menghadapi new globalisation karena setengah dari perdagangan dunia ada di wilayah ini.

"Keterbukaan akan memperlancar arus barang, investasi, jasa dan tenaga kerja," terang Mantan Menteri Perdagangan RI.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →