Kendati Pandemi, Metro Realty Tidak Lakukan PHK Karyawan
INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Metro Realty Tbk (MTSM), salah satu emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di bidang pengoperasian perkantoran dan pusat perdagangan, tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawannya sejak munculnya pandemi Covid-19 yang menghambat operasional perseroan.
“Karyawan kami ada sekitar 120-150 orang. Kami tidak melakukan PHK sejak pandemi berlangsung, tetapi kami mengambil langkah menurunkan gaji mereka antara 10-20 persen,” ujar Rose Merry Maruli, Direktur Utama MTSM, dalam acara paparan publik di Jakarta, Kamis (10/12/2020).
Rose mengemukakan, penurunan gaji tersebut bertujuan agar beban operasional perusahaan dapat menjadi lebih ringan, mengingat pemasukan juga jauh berkurang. Itu dapat terlihat dari laporan kinerja keuangan perseroan per 30 September 2020 yang menunjukkan penurunan.
“Selain itu, kami juga berupaya mempertahankan tenant (penyewa) ruang perkantoran dan ruang perdagangan agar merek yang ada saat ini tidak lari ke mana-mana, tetapi dapat tetap melanjutkan kegiatan usahanya di berbagai pusat perkantoran dan perdagangan yang kami kelola,” jelas Rose.
Rose mengungkapkan, manajemen MTSM meniadakan pengenaan biaya sewa ruang perkantoran dan ruang perdagangan kepada para tenant pada Maret dan April 2020 lalu, asalkan mereka tetap dapat membayar biaya bulanan listrik, air, telepon, serta berbagai biaya bulanan lainnya.
“Di samping itu, untuk Mei 2020 dan selanjutnya, manajemen perseroan memberikan potongan harga biaya sewa ruang perkantoran dan ruang perdagangan bagi para tenant yang masih tetap bertahan di pusat-pusat perkantoran dan perdagangan yang kami kelola,” tukas Rose.
Sementara itu, Direktur MTSN, Sukardi, menuturkan, kendati ada pandemi Covid-19, manajemen perseroan telah merealisasikan nilai belanja modal (capex) sebesar Rp2,5 miliar sepanjang Januari-September 2020.
“Seluruh capex tersebut kami gunakan untuk membiayai pemeliharaan berbagai macam gedung yang kami kelola serta perbaikan-perbaikan kecil. Untuk Oktober-Desember 2020, kami mengalokasikan dana capex sebesar Rp500 juta,” imbuh Sukardi. (Abraham Sihombing)