Minta Gubernur Kerja Lebih Keras Tangani Covid-19, Jokowi: Kalau Ada Masalah Dimana Pusat Harus Bantu, Harap Sampaikan

Oleh : Candra Mata | Selasa, 01 September 2020 - 15:50 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan data perkembangan kasus covid-19 per 31 Agustus kemarin mencapai 175 ribu kasus positif di seluruh Indonesia. Menurutnya, data tersebut didapat berasal dari 2,23 juta pengujian yang telah dilakukan. 

Namun selain itu, ada kabar baik dari sisi tingkat kesembuhan, dimana pasien yang berhasil sembuh semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Dikatakannya, jika pada bulan April lalu tingkat kesembuhan pada kisaran 15 persen, pada Agustus kemarin meningkat drastis menjadi 72,1 persen.

Angka tersebut menurut kepala negara di atas rata-rata tingkat kesembuhan secara global yang 69 persen. 

Bahkan untuk kasus aktif atau masih dalam perawatan, disebutkan Jokowi, angkanya menurun dari 77 persen pada bulan April menjadi sebesar 23,69 persen di bulan Agustus. 

"Kendati demikian, kita masih harus berupaya keras, terutama untuk menurunkan tingkat kematian, sekaligus agar tidak kehilangan kendali dalam penanganan penyebaran Covid-19," tegas Jokowi didepan para Gubernur dalam rapat terbatas secara virtual dari Istana Merdeka, Selasa (1/9).

Dalam ratas tersebut, dirinya juga mengingatkan para kepala daerah untuk bekerja lebih keras menangani pandemi ini beserta dampak kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkannya. 

"Kalau ada masalah-masalah di mana pemerintah pusat harus membantu, harap disampaikan kepada Kami," pungkas Jokowi.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →