Waskita Karya Kembali Dapat Penghargaan Kedua Kali dari WSO Terapkan Budaya K3 yang Baik
INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Waskita Karya (Persero) Tbk secara berturut-turut mendapatkan penghargaan dari World Safety Organization(WSO).
Penghargaan pertama yang diberikan oleh WSO yaitu untuk kategori perusahan terbaik yang berkomitmen dan mengimplementasikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau Occupational Health and Safety (OHS) tingkat duniadi tahun 2019.
Saat itu, SVP QHSE & System Division Subkhan yang menerima langsung penghargaan itu di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.Kemudian yang kedua kali di tahun ini, Waskita diberikan penghargaan oleh WSO untuk kategori penilaian budaya K3 yang sudah dijalankan dengan sangat baikataulevel 4 (Pro Active).
Dimana level ini adalah perusahaan teruji dilapangan maupun adminitrasi dari hasil survey dan observasi mendalam. “Waskitatelah mengedepankan penerapan praktek/ pelaksanaan K3 sebagai ciri khas sistem manajemen yang telah matang,” kata CEO WSO InternationalAlfredo yang disampaikan SVP QHSE & System Division Subkhan.
Alat ukur surveikuesioner dan observasi lapangan atau adminitrasi yang digunakan adalah kuesioner yang telah teruji dan pernah dilakukan oleh Ostrom, dan lainnyadi Departemen Energi Amerika Serikat.
Instrumen ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Terdapat 19 dimensi budaya aspek K3 yaitu Safety awareness, Teamwork, Pride & commitment, Excellency, Honesty, Communication, Leadership & supervision, Innovation, Training, Procedure compliance, Safety effectiveness, Facilities, Selection & placement, Emergency, Risk management, Application, Socialization, Involvement, Priority of safety.
“Safety leadership(kepemimpinan) dan nilai-nilai keselamatan sudah menuju ke arah peningkatan berkelanjutan atau continuous improvement. Laluketerangan hasil award yang disampaikan oleh Alfredo, CEO WSO International, dari keseluruhan budaya aspek K3, secara keseluruhan/umum PTWaskitaKarya (Persero) Tbkmenunjukkan level budaya K3 yang baik,” ucap Alfredo.
Selanjutnya, Alfredomenerangkan, pencapaian menuju level tertinggi masih satu level lagi yaitu menuju tingkat World Class(Generative). Diperlukan upaya-upaya peningkatan perilaku budaya K3 dengan melibatkan peran aktif seluruh personil/elemen (bringing it to life).