Waduh! Stimulus Kredit Modal Kerja Sepi Peminat, Ko Bisa?

Oleh : Ridwan | Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta kalangan untuk aktif berkomunikasi dengan sektor perbankan untuk dapat mengakses kredit modal kerja yang dijamin Pemerintah. 

Ia pun menyebut bahwa saat ini baru sekitar 15-20 persen pengusaha yang mulai kembali ajukan kredit.

Pemerintah mencatat realisasi insentif fiskal dalam mendorong kredit modal kerja korporasi tercatat masih nol persen hingga awal Agustus ini. 

Menko Airlangga menjelaskan bahwa pihaknya telah banyak menyiapkan stimulus bagi dunia usaha untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, dalam realisasinya masih minim antusiasme dari kalangan pengusaha. 

"Bahkan laporan perbankan menyebutkan baru sekitar 15-20 persen pengusaha yang membuka kembali komunikasi untuk mendapatkan kredit modal kerja baru saat ini," katanya saat membuka rapat kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ecara virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Sebelumnya, Pemerintah memberikan penjaminan kredit modal kerja bagi korporasi melalui 15 Bank umum dengan target realisasi kredit molda kerja mencapai Rp100 triliun hingga 2021. 

Airlangga pun berharap sektor usaha mulai bangkit di kuartal III-2020 dan Indonesia bisa terhindar dari resesi ekonomi.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →