Industri Alas Kaki dan Sepatu Serap 700 Ribu Tenaga Kerja

Oleh : Ridwan | Senin, 17 April 2017 - 15:47 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Surabaya, Laju pertumbuhan industri alas kaki sampai dengan tahun 2016 mencapai 8,15 persen, angka i pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri non migas yang mencapai 4,42 persen.

Indonesia di kenal sebagai produsen sepatu dan alas kaki kelas Dunia. Saat ini, Indonesia menempati urutan ke 5 Dunia produsen alas kaki setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brazil.

"Pangsa pasar sepatu dan alas kaki Indonesia ke Dunia sebesar 3,3 persen, sementara untuk nilai ekspor alas kaki pada tahun 2016 mencapai USD4,64 miliar, dan sektor ini menyerap 700.000 tenaga kerja," ungkap Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono di Surabaya (17/4/2017).

Saat ini Kemenperin tengah berupaya menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sektor industri alas kaki, diantaranya impor kulit finish tidak dilakukan proses fumigasi oelh badan karantina, memperpanjang jangka waktu izin tinggal untuk tenaga kerja asing, terutama bagi industri yang baru berdiri, memfasilitasi pendirian Raw Material Center bahan baku, serta peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi.

"Kami akan bekerjasama dengan institusi terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini, diantaranya, Kementerian Pertanian, Ditjen Bea dan Cukai dan yang lainnya," tutup Sigit.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →