Pembukaan Bioskop Ditunda, Pengusaha Hanya Bisa Pasrah & Terima Nasib

Oleh : Ridwan | Jumat, 17 Juli 2020 - 11:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mengaku pasrah dengan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memutuskan untuk menunda pembukaan bioskop.

"Kecewa tidak kecewa lah. Kita juga maklum pemerintah daerah juga sudah mati-matian. Itu harus kita apresiasi," kata Ketua GPBSI, Djonny Syafruddin di Jakarta (16/7/2020).

Dijelaskan Joni, pengelola bioskop telah menyiapkan segala sesuatu menjelang pembukaan kembali, termasuk protokol kesehatan.

"Tinggal gong doang, persiapan kan kemarin sudah sama Menteri Pariwisata, sama dinas juga sudah," terangnya.

Joni menegaskan pengelola bioskop tetap menyerahkan semua keputusan kepada pihak Pemerintah Daerah.

"Urusan batal enggak batal itu bukan urusan kami. Kecuali kita udah action (kemudian) dibatalkan, itu urusannya lain. Kita kan belum (buka), baru niat tanggal 29 (Juli). Sekarang dia yang ngeluarin izin, dia dibatalin juga, yasudah," tandasnya.

Adapun GPBSI ini mewakili para pengusaha bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan lampu hijau bagi pengelola bioskop untuk dapat kembali beroperasi.

Aturan itu tertuang dalam SK Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta 140/2020. Namun karena kasus virus corona baru alias Covid-19 kembali melonjak, maka pembukaan bioskop ditunda. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →