CMNP Bekerjasama dengan JLJ Jadi Operator Tol Akses Tanjung Priok

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 17 April 2017 - 08:09 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) bersama PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) akan mengoperasikan jalan tol akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 kilometer untuk sementara waktu.

Hal itu karena PT Hutama Karya yang telah diberikan mandat oleh Pemerintah untuk mengelola ruas tol tersebut tidak dapat langsung menjadi operator ruas tol yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (15/04/2017). Pasalnya, hal tersebut masih dalam proses.

Menurut Herry Trisaputra Zuna, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), JLJ akan mengoperasikan sebagian ruas tol dari Kebon Bawang dan CMNP akan mengoperasikan ruas tol di bagian ujung lainnya yang akan masuk ke ruas tol dalam kota.

“Disamping itu, kami juga akan menggratiskan tarif tol Tanjung Priok selama sebulan hingga 15 Mei 2017,” ujar Herry di Jakarta, Sabtu (15/04/2017).

Pemerintah secara resmi menunjuk PT Hutama Karya menjadi operator jalan tol akses Tanjung Priok karena langkah tersebut diharapkan dapat mendukung Hutama Karya untuk memenuhi kebutuhan modal dalam membangun delapan ruas tol Trans Sumatera.

Jalan tol yang mulai dibangun pada 2009 dengan investasi sekitar Rp5 triliun tersebut diyakini dapat memperlancar lalu lintas keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok. Investasi pembangunan jalan tol sebesar Rp5 triliun tersebut digunakan untuk membiayai pembebasan lahan sebesar Rp1 triliun dan sisanya untuk membiayai pembangunannya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →