Kereen! Stadiun Megah JIS yang Dibangun Anies Sudah Mencapai 23,6 Persen

Oleh : Candra Mata | Jumat, 03 Juli 2020 - 14:52 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Jakarta Propertindo terus mengebut pengerjaan Jakarta International Stadium (JIS) yang ditargetkan bakal rampung pada Oktober tahun 2021 mendatang. 

Sejak diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 14 Maret 2019 lalu, stadion berkelas internasional bernama JIS tersebut proses konstruksinya saat ini telah mencapai 23,6%. 

Hal tersebut disampaikan oleh Project Director PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin di Jakarta Jumat siang (3/7).

“Untuk pekerjaan konstruksi saat ini di lapangan progresnya sudah mencapai 23,6%,” ungkapnya.

Menurut Iwan, pihak nya saat ini sedang mengkebut pekerjaan pada struktur atas stadiun.

"Lantai di area tribun dan penyangga utama sudah selesai 90%, tinggal satu tiang lagi," sebut Iwan. 

Stadiun bertaraf internasional ini di gadang-gadang akan berstandar FIFA dan menjadi kebanggan Indonesia sekaligus markas dari klub sepakbola asal Jakarta yakni Persija Jakarta. 

“Stadion ini sudah memenuhi standar FIFA, mulai dari tribunnya, aksesnya, luasan atau sudut-sudut pandang. Sehingga harapannya Indonesia dapat memiliki stadion berstandar internasional,” pungkasnya. 

Perlu diketahyi, Jakarta Propertindo (Jakpro) dipercaya oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik proyek JIS. Selanjutnya Jakpro menggandeng Wijaya Karya (Wika), Jaya Konstruksi dan PT Pembangunan Perumahan (PP) dalam bentuk kerjasama operasional (KSO) untuk pengerjaan kontruksi dan bangunan.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →