Bima Arya Sebut Pemkot Bogor Bisa Bangkrut bila Sektor Perekonomian Tak Beroperasi

Oleh : Ridwan | Rabu, 01 Juli 2020 - 06:26 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengemukakan alasannya membuka sektor ekonomi meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diberlakukan. 

Menurutnya, Pemkot Bogor bisa bangkrut bila sektor perekonomian seperti mall, hotel dan restoran tak beroperasi.

"Kita tidak bisa menutup semuanya, bangkrut kita. Jadi bertahap kita buka tapi protokol kesahatan kita seriusi, kita pantau betul secara detail," kata Bima saat menerima kunjungan dari perwakilan Kementrian Sosial bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Balai Kota Bogor (30/6/2020).

Bima mengatakan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor sangat terdampak Covid-19. Sejak pandemi melanda pada pertengahan Maret 2020, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor mengalami penurunan drastis.

"Kalau kita tidak buka, APBD Bogor selesai di bulan Oktober (2020), PAD drop, bahkan mungkin (ASN) tidak bisa gajian," urainya.

Bima menjelaskan, membuka kembali aktivitas ekonomi juga merupakan upaya untuk menyelamatkan masyarakat. Pasalnya, ditutupnya aktivitas perhotelan, mall dan sejumlah restoran selama kurang lebih tiga bulan sejak Maret lalu melumpuhkan perekonomian masyarakat.

"Kenapa kita mengaktivasi hotel, karena orang yang kerja di sana sebagai perisa bisa hidup, katering hidup, dekorasi hidup, meskipun tetap kita batasi," jelas Bima.

Bima menyatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengantisipasi adanya penambahan infeksi Covid-19 selama geliat ekonomi di buka. Jangan sampai saat kembali beroperasi potensi pasien positif mengalami peningkatan.

"Jadi ini yang kita usahakan untuk diseimbangkan," kata Bima.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →