Bakal Kembali Dibuka, 7 Ribu Lebih Toko di Pasar Tanah Abang Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Oleh : Ridwan | Minggu, 07 Juni 2020 - 16:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat akan kembali beroperasi mulai 15 Juni 2020. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas PSBB masa Transisi yang diberlakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Promotion Manager Pengelola Pasar Tanah Abang, Hery Supriyatna, mengatakan operasional pasar bakal mengikuti sistem ganjil genap yang disarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebanyak 7 ribu lebih toko yang ada akan buka bergiliran sesuai nomor toko.

"Kami mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. Sebanyak 7.833 kios buka ganjil genap, nomor genap di tanggal genap," jelas Hery dilansir Kumparan, Minggu (7/6/2020).

Hery menjelaskan, informasi dan aturan tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh pedagang pasar tradisional ini.

Ia mengaku tak sedikit pula pedagang yang keberatan, tapi mau tidak mau akhirnya menerima untuk ikut kebijakan tersebut.

"Infonya sudah tersebar ke pedagang dan sudah kami tempel di lobi-lobi. Ada yang keberatan, tapi secara keseluruhan pedagang bisa menerima karena untuk kepentingan keselamatan dan kesehatan bersama," jelasnya.

Menurut Hery, operasional pasar hanya akan berjalan mulai pukul 07.00-14.00 WIB.

Dalam dokumen PSBB masa transisi yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta, terdapat sejumlah ketentuan mengenai syarat yang mesti diikuti pasar yang dibolehkan buka. Protokol yang mesti dipatuhi untuk pasar tradisional yakni mulai dari jumlah pengunjung maksimal hanya boleh 50 persen dari kapasitas, hingga transaksi yang diharuskan secara nontunai.

Selain itu, juga ditetapkan bahwa jam operasional hanya mulai dari pukul 06.00-14.00 WIB. Manajemen juga dituntut untuk menyediakan sarana pendukung pencegahan COVID-19 serta pengaturan pintu masuk dan keluar yang berbeda.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →