Satu Kelas SD Bisa Capai 40 Murid, DPR Cantik Ini Desak Pemerintah Harus Tegas Terapkan Protokol Kesehatan di Sekolah

Oleh : Candra Mata | Minggu, 31 Mei 2020 - 08:38 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah berencana menerapkan new normal atau tatanan baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) di sejumlah sektor, tak terkecuali di sektor pendidikan. 

Menanggapi rencana tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati meminta Pemerintah untuk dapat bertindak tegas terkait protokol kesehatan di sekolah.

“Pemerintah harus detail dan tegas tentang protokol kesehatan di sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) yang jumlah muridnya bisa mencapai 40 siswa per kelas,” kata politisi Fraksi Partai Golkar itu dalam keterangan pers, Sabtu (30/5/2).

Deputi Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI ini juga menambahkan bahwa perlu dicermati kemampuan tenaga pendidik untuk mengawasi protokol kesehatan tersebut di sekolah, terutama kepada murid tingkat Sekolah Dasar yang pemahaman mengenai kesehatannya masih belum cukup baik.

“Sinergitas antara Peraturan Pemerintah dan pihak sekolah dalam menegakkan aturan mutlak diperlukan untuk mencegah Covid-19 menyebar di sekolah. Mengingat saat ini Pemerintah Korea Selatan kembali menutup sekolah setelah terjadi lanjutan infeksi Covid,” tutur Sari. 

Seperti dikabarkan baru-baru ini, ketakutan akan infeksi Covid-19 telah memaksa 251 sekolah di Bucheon, Korea Selatan, tutup lagi setelah dibuka kembali, sementara ratusan sekolah lainnya menunda pembukaan kembali sekolah. 

Otoritas kesehatan di Korsel telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →