Pertamina Hulu Mahakam Mulai Tajak Sumur Eksplorasi PS-1X  

Oleh : Hariyanto | Rabu, 27 Mei 2020 - 09:58 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mulai  melakukan penajakan sumur eksplorasi PS-1X di Struktur South Peciko, yang berada di selatan Lapangan Peciko lepas pantai Kalimantan Timur, Kamis (21/5/2020). 

Penajakan sumur eksplorasi PS-1X di Struktur South Peciko tersebut, dilakukan dengan menerapkan aturan HSSE dan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat

Peresmian secara virtual  dihadiri  Vice President  Exploration & Optimization  Pertamina Tri Widyo Kunto, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso, Direktur Utama  PHM Eko Agus Sardjono, manajemen PHM dan pekerja yang bertugas di rig pengeboran Hakuryu 14.

"Kegiatan ini  merupakan pengeboran satu dari dua sumur eksplorasi di WK Mahakam yang sudah merupakan komitmen pasti PHM. Sumur eksplorasi lainnya akan dibor menembus struktur dalam  Lapangan Tunu," kata General Manager PHM John Anis melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Rabu (27/5/2020).

Menurut John Anis, upaya tersebut ditempuh untuk mendapatkan cadangan baru sehingga dapat mempertahankan operasi dan produksi di WK Mahakam secara berkelanjutan.

“Pengeboran ini merupakan upaya kami untuk mengekplorasi daerah-daerah di sekitar lapangan produksi secara lateral maupun vertikal, serta keinginan kami untuk bisa melakukan development dengan cepat setelah discovery,” kata John Anis.

Proyek ini telah dipersiapkan sejak 2018 dan melalui banyak tahap, dimulai dengan berbagai studi bawah permukaan (subsurface) dan development, persetujuan perizinan dari para pemangku kepentingan, dua kali drill on paper pada awal 2020, serta survei geoteknikal yang dilaksanakan pada 4–11 April 2020.

Pengeboran  menggunakan jack up rig Hakuryu 14, satu dari dua jack up rig yang dioperasikan PHM dengan target kedalaman mencapai 1.600 meter (primary objective) hingga 2.700 meter (secondary objective) dari permukaan air laut.

“Proyek yang berdurasi antara 70 sampai 90 hari ini diharapkan berhasil menemukan cadangan baru yang ekonomis untuk diproduksi dan menjadi batu lompatan untuk berbagai proyek eksplorasi lain di masa depan,” ujar John Anis.