DBS Vickers: Laba Bersih 2017 MAIN Ditargetkan Rp395 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 07 April 2017 - 12:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Laba bersih PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) di bidang produksi pakan ternak, ditargetkan mencapai Rp395 miliar pada 2017, atau lebih tinggi 30,79% dibanding realisasi laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp302 miliar. Sedangkan pendapatannya diharapkan mencapai Rp6,02 triliun, atau tumbuh 14,89% dibanding pada 2016 sebesar Rp5,24 triliun. Demikian diungkapkan Ben Santoso, analis DBS Vickers Securities.

Dalam laporan riset terbarunya, Ben mengemukakan, penurunan harga bahan baku pakan ternak unggas ditambah pelarangan impor jagung akan menjadi pendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Sedangkan harga jual anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) diperkirakan relatif rendah pada tahun ini.

Ben menjelaskan, pembelian bahan baku jagung dan kedelai memberi kontribusi 80% terhadap total biaya produksi pakan ternak ayam. Harga jagung dan kedelai tahun ini diperkirakan cenderung mendatar. Itu karena Cina dan Argentina berencana akan menjual berbagai komoditas biji-bijian seiring dengan pengurangan persediaan domestik mereka.

“Menurut analisa kami, setiap penurunan harga jagung sebesar 5% akan mendorong kenaikan marjin kotor perseroan sekitar 0,2%,” imbuh Ben.

Ben juga menyebutkan, harga jual jagung rata-rata diperkirakan naik tipis menjadi Rp3.725 per kilogram (kg) pada tahun ini, dibanding tahun lalu sebesar Rp 3,695 per kg. Sedangkan harga pembeliannya diprediksi turun menjadi Rp5.986 per kg dibandingkan dengan realiasi pada 2016 sebesar Rp6.173 per kg. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →