Gurita Bisnis Mayora Group, Lejitkan Jogi Hendra Atmaja Orang Terkaya di Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 04 April 2017 - 17:42 WIB

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tak pernah berhenti berinovasi mengeluarkan produk baru. Tiap kali menampilkan iklan di televisi, slogan “Satu Lagi dari Mayora” selalu muncul di akhir iklan.

Slogan pemasaran ini mengisyaratkan selalu ada produk baru dari salah satu pemain dalam industri makanan dan minuman di Indonesia itu.

Mayora sudah berkiprah di Indonesia sejak 1977. Nama Mayora berkibar menyusul produk andalannya, biskuit kelapa Roma sejuta umat, meledak di pasaran pada akhir 1970-an. Roma segera jadi pesaing biskuit Khong Guan yang lebih dulu merajai pasaran.

Berdasarkan survei TOP Brand tahun 2014-2016, Roma selalu menempati posisi teratas dalam TOP Brand Index, yang terus menguat persentasenya, di atas Khong Guan dan Biskuat.

Ekspansi bisnis Mayora tak hanya dalam produk biskuit. Pada akhir 1980-an, ia menggarap pasar kembang gula, mengenalkan permen rasa kopi pertama di Indonesia dengan produk Kopiko. Sama seperti Roma, Kopiko merajai pasaran karena belum ada pesaing permen rasa kopi. Tidak hanya di Indonesia, Kopiko sudah dipasarkan di 50 negara.

Selain biskuit dan kembang gula, Mayora juga mengeluarkan beberapa produk lain yang terkenal enak didengar dan melekat di benak konsumen.

Sebut saja wafer Beng-beng, cokelat Choki-choki, dan kopi saset Torabika. Di pasar makanan instan, mereka punya produk andalan Mi Gelas dan sereal Energen. Untuk produk minum kemasan, mereka punya Kopiko 78, Teh Pucuk Harum, dan Le Minerale.

Laris manisnya bisnis Mayora membuat seorang pendirinya, komisaris utama Jogi Hendra Atmaja, lekas melejit menjadi orang terkaya di Indonesia. Pada 2016 Hendra Atmaja menempati peringkat ke-35 orang terkaya di Indonesia, naik dari tahun sebelumnya di peringkat 44, versi Forbes.

Total kekayaannya sebesar 850 juta dolar. Sementara, per 31 Desember 2016, total aset perseroan dan anak perusahaan Mayora sebesar Rp12.922 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya Rp11.342 miliar.

Ekspansi ke Minuman

Untuk produk minum kemasan, Mayora memang baru bermain belakangan. Teh Pucuk Harum, misalnya, kali pertama dikenalkan pada 2011 dan langsung mencuri pasar Teh Sosro. Mayora menggeber pengeluaran iklan mereka di televisi untuk merebut pangsa pasar ini.

Berdasarkan Adquest Nielsen tahun 2011, Teh Pucuk Harum mengeluarkan anggaran iklan sebesar Rp94,55 miliar di televisi, dua kali dari pengeluaran iklan Teh Sosro (Rp49,97 miliar).

Saat Teh Sosro menggelontorkan duit iklan Rp129,26 miliar pada 2012, Teh Pucuk Harum mengucurkan dana iklan Rp131,84 miliar di televisi.

Lewat PT Tirta Fresindo Jaya, Mayora merambah pula ke pasar air minum dalam kemasan dengan merek Le Minerale. Dua pabrik baru dibangun di Cianjur dan Palembang pada akhir 2016, dengan total investasi mencapai Rp1,4 triliun. Ini menambah lima pabrik lain yang sudah berdiri di Ciawi, Sukabumi, Pasuruan, Medan, dan Makassar. Mayora menargetkan produksi hingga 5 juta karton per bulan dari 1 juta karton per bulan demi bersaing dalam pangsa pasar tersebut.