Mudik Dilarang, Lebaran Tahun Ini Industri Garmen dan Tekstil Diproyeksi Gigit Jari

Oleh : Ridwan | Rabu, 22 April 2020 - 05:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksi penyerapan pasar terhadap produk-produk yang dihasilkan dalam negeri dalam lebaran Idul Fitri tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

"Kita sudah mengetahui bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk pelarangan mudik. Kami duga bahwa penyerapan pasar dan masyarakat terhadap produk-produk yang dihasilkan dalam negeri sekarang dalam lebaran tahun ini akan berbeda dengan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya," kata Agus saat "Ngopi Digital" bareng Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta (21/4/2020).

Dijelaskan Menperin, tentu pelarangan mudik ini pada satu titik akan berpengaruh terhadap penyerapan industri dalam negeri itu sendiri. Ia mencontohkan industri garmen atau tekstil, karena tidak ada yang mudik dan melakukan silaturahmi maka kemungkinan besar masyarakat tidak akan belanja baju baru.

Dengan begitu, pada satu titik itu pasti ada pengaruhnya terhadap produksi dalam negeri, Pemerintah harus bisa siap dengan kenyataan bahwa bakal ada penurunan penyerapan dalam industri dalam negeri dari pasar sekarang.

"Memang ada market yang secara instan bisa kita create, ini yang dilakukan pemerintah dengan menganggarkan Rp 110 triliun untuk program jaringan pengaman sosial, tentu program ini intinya bagaimana kita mendukung agar daya beli masyarakat tetap terjaga," jelasnya.

Namun, pada gilirannya daya beli masyarakat terjaga maka masyarakat akan tetap belanja. Paling tidak mereka akan belanja makanan dan minuman, sehingga ada bagian dari industri makanan dan minuman dengan turunan-turunannya industri kecil menengah yang bergabung di dalamnya, itu masih bisa menikmati pertumbuhan yang disebut lumayan.

"Jadi ada pasar yang bisa kita buat, dengan memberikan kebijakan-kebijakan stimulus. Tapi pada dasarnya instan agak susah untuk membuat pasar, khususnya untuk industri-industri yang menderita seperti tekstil tadi," pungkasnya. (Liputan6)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →