Super Tega! Investor Kuras BRI, BNI, dan Telkom Sampai Ratusan Miliar Rupiah!

Oleh : Ridwan | Rabu, 25 Maret 2020 - 11:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perjuangan pasar modal domestik untuk bangkit belum mebuahkan hasil yang menggembirakan sepanjang hari ini.

Meski mampu kembali ke level 4.000-an dan mencicip zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus kembali terpuruk dan ditutup koreksi sedalam -1,30% pada akhir sesi II, Selasa (24/03/2020).

Sejumlah 6,53 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 619.326 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp7,74 triliun.

Pergerakan saham yang terpantau meliputi 183 saham naik, 217 saham turun, dan 138 saham lainnya stagnan.

Usut punya usut, kembali terjungkalnya IHSG ke zona merah terjadi karena arus modal mengalir deras ke luar pasar modal.

Bursa mencatat, dalam sehari ini saja, asing dan domestik membawa lari keuntungan jual dengan nilai masing-masing Rp629,74 miliar dan Rp666,54 miliar.

Yang lebih memilukan, sebagian besar dana tersebut didapat investor dari hasil obral saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Tak main-main, puluhan hingga ratusan miliar rupiah dikeruk asing dari ketiga saham tersebut.

Saham BRI berada di posisi teratas sebagai saham paling banyak diobral dengan capaian net sell sebesar Rp225,7 miliar dan koreksi saham sedalam -6,87% ke level Rp2.440 per saham.

Berikutnya adalah saham BNI yang kehilangan modal asing sebesar Rp120,6 miliar dan terkoreksi hingga -6,78% ke level Rp3.160 per saham.

Begitu pun juga dengan saham Telkom yang membukukan net sell sebesar Rp79,5 miliar dan koreksi saham sebesar -2,24% ke level Rp2.620 per saham.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Industry.co.id telah mencoba menghubungi Ketua Komisioner OJK Bidang Pasar Modal, Hoesen, melalui pesan Whatsapp pada Rabu (25/3/2020) untuk menanyakan soal kabar investor tarik dana di beberapa saham emiten tersebut. Namun, belum mendapat respon atau jawaban.

Begitu pula dengan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Herry Sidharta yang telah dihubungi oleh redaksi Industry.co.id, namun masih belum ada jawaban. 

Tidak berhenti sampai disana, redaksi Industry.co.id juga telah menghubungi Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Amam Sukriyanto, serta Harry M. Zen selaku Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia, namun tetap masih belum menjawab. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →