Musim Corona, Pedagang Sayur: Gak Ada yang Berubah Cuma Pada Takutnya Sama Kolor Ijo

Oleh : Nata Kesuma | Jumat, 20 Maret 2020 - 11:18 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tangsel -  Bang Mamat pedagang sayur keliling di perumahan Serpong, Tangerang Selatan mengatakan dagangannya tidak terpengaruh adanya wabah Virus Covid-19. 

Menurutnya, para pembeli langganan tetap memburu isi dagangannya tersebut.  

"Gak ada yang berubah, tetep laku, kagak ngaruh corona, cuma pada takutnya kolor ijo," ujar mamat. 

Mamat yang sudah hampir berkeliling selama 15 tahun juga menyatakan tidak ada kenaikan harga sembako sampai saat ini. 

Bahkan, dirinya mengaku, tidak sama sekali terdampak corona, omsetnya tidak berubah masih tetap sama, seperti sebelum ada wabah virus tersebut. 

"Ga ada yang naik, cuma sayuran aja yang pada dinaikin ke motor," kelakarnya. 

Namun, meski demikian, Mamat mengakui ada dua komoditas yang sudah tidak di jual di lapak sayur kelilingnya. 

"Cuman bawang putih sama bombai yang kagak kita jual, beli dua bawang bombai di pasar Rp25 ribu, kita bingung jualnya nanti berapa," ucapnya. 

Selain itu, menurutnya pembeli sekarang sering menanyakan bumbu dapur Jahe dan Serai. 

"Yang paling dicari itu jahe ma serai untuk dibuat minuman biar sehat," ungkap Mamat.

Adapun, menjelang akhir Maret ini, Mamat menyampaikan akan berhenti berjualan selama dua hari. 

"Nanti libur dua hari, tanggal 27 sampai 28 Maret, Karena pasar Serpong pada disemprotin (disenfektan-red)," pungkasnya pada Industry.co.id Jumat (20/3).

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →