IHSG akan Pertahankan Titik Support 5.500

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 29 Maret 2017 - 08:39 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan terus mempertahankan titik support di level 5.5000 setelah mengalami penurunan tipis pada awal pekan ini di 5.541.

Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, mengemukakan, penurunan tipis IHSG pada awal pekan ini diakibatkan oleh volatilitas yang terjadi pada bursa saham regional dan Index EIDO.

“Namun, kami melihat masih ada sebagian pelaku pasar yang memborong saham-saham kapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua yang bakal menjadi pendorong kenaikan IHSG pada pekan ini,” ujar Yuganur, Rabu (29/03/17).

Yuganur berharap, aksi sebagian pelaku pasar memborong saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua itu dapat menahan, bahkan mengangkat IHSG di atas titik support  5.500 untuk terus merambat naik ke titik resistensi berikutnya di level 5.620.

Dengan demikian, jelas Yuganur, peluang IHSG untuk mempertahankan support di level 5.500 tersebut diharapkan dapat direspons pelaku pasar dengan mengakumulasi saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI).***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →