Pengusaha Khawatir Rantai Pasok untuk Industri Dalam Negeri Terancam
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Berhentinya proses industri di pabrik-pabrik dalam negeri tiongkok (China) terkait dampak wabah virus corona membuat sejumlah pihak khawatir kesulitan pasokan bahan baku.
Dirilis dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada tahun 2019 China menempati posisi kedua dengan nilai investasi di Indonesia sebesar US$ 4,74 miliar.
Meski, perdagangan Indonesia tercatat defisit senilai US$ 16,9 miliar dolar AS dari total perdagangan dengan China sebesar US$ 72,8 miliar, namun dunia usaha di Indonesia terancam sulit mendapat pasokan bahan baku dari China.
Kekhawatiran akan rantai pasok dikeluhkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.
Ia menyebutkan selain terkendala masalah administrasi, otomatis dari segi produksi juga akan bermasalah.
"Kita mau ekspor ke sana juga bermasalah karena tidak ada pesawat," ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Hariyadi menjelaskan, industri dikita saat ini lebih banyak bergantung atau mengimpor barang baku dari China.
"Dalam negeri kelimpungan untuk mencari pasokan suku cadang, terutama untuk kegiatan produksi," jelasnya.
"Namun, pengusaha mau tidak mau harus mencari alternatif pemasok lain meski harganya lebih mahal," tutup Haryadi.