Supermarket Ludes, Ini 9 Pesan Penting buat Pelaku Usaha dan Masyarakat yang Panik Virus Corona

Oleh : Candra Mata | Selasa, 03 Maret 2020 - 07:50 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Fenomena aksi borong sembako oleh sebagian kecil masyarakat yang panik di beberapa super market pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga Indonesia terinfeksi virus corona menimbulkan keresahan dan gejolak. 

Guna meredam aksi tidak elok tersebut karena memilik dampak yang tidak baik,  Kementerian Perdagangan mengeluarkan 9 rekomendasi bagi para pelaku usaha dan masyarakat Indonesia.  

Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik sekaligus menjamin ketersediaan stok atau pasokan barang kebutuhan pokok sangat cukup.  

Berikut 9 poin pesan Kementerian Perdagangan dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Industry.co.id di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

"Sehubungan dengan informasi adanya WNI yang terkena kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020, dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pemerintah menghimbau masyarakat agar tetap tenang, dan melakukan kegiatan seperti biasa.

2. Pemerintah menjamin ketersediaan stok/pasokan barang kebutuhan pokok cukup, baik di pasar rakyat maupun ritel modern, didukung oleh ketersediaan stok barang kebutuhan pokok di Perum Bulog, produsen, distributor, dan importir.

3. Adapun terkait isu Virus Corona yang sempat dikhawatirkan oleh para pelaku usaha bahwa tidak akan terdapat pasokan dari luar negeri utamanya produk hortikultura/bawang putih dari RRT, hal tersebut tidak perlu menjadi kekawatiran lagi karena sesuai dengan Permendag Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari RRT, pemerintah hanya melarang sementara impor binatang hidup atau binatang hidup yang telah transit di RRT, untuk komoditi bawang putih tetap bisa diimpor dari RRT.

4. Dalam waktu dekat, kita akan menghadapi Puasa dan Lebaran, yang biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat terutama barang kebutuhan pokok dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang kebutuhan pokok pada periode tersebut.

5. Menghadapi momen tersebut, saat ini Kemendag akan melakukan Rapat Koordinasi Nasional pada Selasa, 3 Maret 2020 mengundang para Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan, Korwil-Korlap Tim Stabilisasi harga (meliputi Eselon I dan II Kemendag), Kementerian/Lembaga terkait, serta para pelaku usaha barang kebutuhan pokok.

6. Untuk pemenuhan kebutuhan beberapa komoditas pangan seperti halnya gula pasir dan bawang putih, kami juga telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) untuk kedua komoditi dimaksud yang diharapkan akan segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan bulan puasa dan lebaran 2020.

8. Kelancaran distribusi dan efisiensi biaya logistik juga diupayakan bekerjasama dengan Kemenhub, salah satunya melalui program Gerai Maritim, yang membantu menyalurkan barang kebutuhan pokok dari pulau Jawa ke daerah-daerah T3 (tertinggal, terdepan, terluar).

9. Terkait dengan antisipasi kemungkinan aksi spekulasi/penimbunan barang kebutuhan pokok, Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, belanja secukupnya, stok kebutuhan bahan pokok tersedia. Yang penting jaga kesehatan dan biasakan pola hidup sehat.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →