Wow, 677 Kayawan Indosat yang di PHK Dapat Pesangon Hingga 70 Bulan Gaji

Oleh : Ridwan | Senin, 02 Maret 2020 - 08:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kabar tak mengenakan datang dari PT Indosat Tbk (ISAT). Perusahaan diketahui melakukan PHK terhadap 677 karyawannya.

Sampai saat ini sudah 92% dari 677 karyawan Indosat terdampak PHK yang setuju atas keputusan itu. Perusahaan pun buka suara terkait nasib karyawannya tersebut.

Sekitar 622 karyawan yang setuju dikenai PHK mendapatkan pesangon hingga 70 bulan gaji, sedangkan yang masa kerjanya paling sebentar, yaitu di bawah satu tahun, mendapatkan 14 bulan gaji.

Secara rata-rata, pesangon yang diberikan sebesar 43 bulan gaji. Gaji karyawan terdampak PHK juga sudah dinaikkan 3-6%.

"Rata-rata 43 bulan gaji. Paling kecil ada 14 bulan kurang dari satu tahun (masa kerjanya). Di UU 13/2003 maksimum 32 bulan. Kita tertinggi ada 70 bulan gaji," kata Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Irsyad menjelaskan keputusan PHK sudah digodok sejak tahun lalu dan bukan hal yang tiba-tiba. Dia menyebut perusahaan 'kegemukan'.

"Tapi ada banyak juga yang kita lihat perusahaan kita ini kurang cukup agile, kegemukan istilahnya. Di mana kita melihat di sini bukan cuma menjadi lambat, tapi decision making lebih kompleks dari seharusnya," tutur Irsyad.

Indosat saat ini menjalin kerja sama dengan mitra-mitranya, termasuk mitra managed service, untuk memberi kesempatan kepada karyawan yang terdampak agar tetap dapat bekerja di bawah naungan mitra dan menyediakan pelatihan pascakerja.

Pihaknya juga membantah jika ada intimidasi dalam penyampaian rencana PHK kepada 677 karyawan. Masing-masing karyawan dipanggil secara terpisah dan dijelaskan hak yang akan didapatkan jika setuju dirumahkan.

"Tidak ada intimidasi," ujarnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →