Diatas Mobil Super Mewah, Hotman Paris Keluhkan Jalan Kelapa Gading yang Tidak Layak

Oleh : Candra Mata | Minggu, 01 Maret 2020 - 09:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id - Jakarta, Pengacara nyentrik papan atas di Indonesia, Hotman Paris memposting keluhan atas rusaknya jalan di Kelapa Gading. 

Dalam rekaman video di akun instagram @hotmanparisofficial, Hotman melontarkan kritikan tersebut sambil mengendarai mobil sedan super mewah berwarna orange miliknya.

"Kenapa Pak RW RT Camat Developer dan Warga gading diam saja? Ayok protes knp bangun jalan toll terlalu lama? Halo Kementerian PU ini jalan di kelapa gading sudah tdk layakk," tulis Hotman dalam postingan instagramnya 16 jam lalu (waktu berita diturunkan-red). 

Saat berbicara dalam video tersebut, Hotman mengeluhkan kepada Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal mangkraknya pembangunan tol kelapa gading. Padahal ruas tol tersebut dikatakan Hotman cukup pendek.

"Halo. Ini keluhan ini. Sudah bertahun-tahun enggak selesai. Jalan tol yang membelah kota Kelapa Gading Permai Jakarta Utara. Jalan tol terpendek di dunia, tapi terlama dibangun. Lihat tuh berantakan semua," pungkas Hotman

Keluhan Horman mendapat perhatian dari banyak warga, berikut beberapa petikan komentar para netizen. 

"satu satunya kritik Hotman Paris yang gak pernah direspon pemerintah adalah kritik soal proyek tol kelapa gading," cetus @viofair.

"Dana habis pak buat renopasi jalan... buat tunggakan bpjs dulu ama bangun istana baru," tutur @hengki85.

"Kerja kerja kerja. Tapi gak pake akal," ujar @jae_raja_kodok.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →