2019, Laba Bank Mandiri Syariah Melesat 110,68 Persen

Oleh : Wiyanto | Senin, 17 Februari 2020 - 14:22 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Transformasi digital mendongkrak kinerja Mandiri Syariah tahun 2019. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp1,28 triliun per Desember 2019, naik 110,68% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Indikator bisnis Mandiri Syariah secara keseluruhan seperti aset, dana pihak ketiga, pembiayaan dengan kualitas baik, margin, serta fee based income naik signifikan. ‘’Alhamdullilah, kami bersyukur atas semua pencapaian selama tahun 2019. Kami berterimakasih kepada seluruh Stakeholders khususnya Nasabah atas dukungan dan kepercayaannya kepada Mandiri Syariah,’’ ujar Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurutnya, kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan fee based income yang antara lain disumbang dari transformasi bisnis digital.

Pembiayaan Mandiri Syariah tumbuh 11,50% semula Rp67,75 triliun per Desember 2018 menjadi Rp75,54 triliun per Desember 2019. Pembiayaan Segmen Konsumer meliputi pembiayaan Kendaraan Berkah, Griya Berkah, Pensiun Berkah dan Mitraguna Berkah. Dari seluruh produk tersebut, Kendaraan Berkah mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 84,53% dari Rp1,54 triliun per Desember 2018 menjadi Rp2,85 triliun per Desember 2019.

Toni EB Subari menyampaikan pertumbuhan pembiayaan tersebut disertai perbaikan kualitas yang terjaga baik dengan indikator penurunan NPF Net sebesar 56 basis point (bp) dari 1,56% per Desember 2018 menjadi 1,00% per Desember 2019. Sementara, NPF Gross turun 84 bp dari 3,28% di Desember 2019 menjadi 2,44 % per Desember 2019.

Pertumbuhan pembiayaan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,95% (yoy) semula Rp4,93 triliun per Desember 2018 menjadi Rp5,27 triliun per Desember 2019. Sementara fee based income meningkat 17,69% dari Rp1,60 triliun per Desember 2018 menjadi Rp1,89 triliun per Desember 2019.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →