Sepanjang Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan BEI Turun 4,87 Persen

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 03 Februari 2020 - 10:31 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada level 5.940,048 pada akhir perdagangan pekan lalu (Jumat, 31/01/2020). Itu lebih rendah 4,87 persen dibandingkan posisi pada akhir perdagangan pekan sebelumnya yang masih berada pada level 6.244,109.

Penurunan IHSG tersebut disebabkan oleh terpangkasnya volume transaksi harian sebesar 20,91 persen menjadi sebanyak 6,457 miliar lembar saham pada pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 8,164 miliar lembar saham.

Terpangkasnya volume transaksi harian tersebut diikuti oleh penurunan nilai transaksi harian sebesar 1,88 persen menjadi Rp6,325 triliun pada pekan lalu dibandingkan sebesar Rp6,446 triliun pada pekan sebelumnya.

Akibatnya, nilai kapitalisasi pasar pada pekan lalu juga turun 4,86 persen menjadi Rp6.864,267 triliun dibandingkan pada akhir pekan sebelumnya sebesar Rp7.214,773 triliun.

Meski demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 2,04 persen menjadi 418.443 kali transaksi di sepanjang pekan lalu dibandingkan pada pekan sebelumnya sebanyak 410.077 kali transaksi.

Sementara itu, investor asing pada Jumat (31/01/2020) mencatatkan nilai jual bersih (net selling) sebesar Rp1,852 triliun. Adapun sepanjang tahun 2020, investor asing masih membukukan nilai beli bersih (net buying) sebesar Rp33,58 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →