Adhi Karya Bersama PPD Kembangkan Kawasan LRT City

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 22 Maret 2017 - 18:42 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Adhi Karya Tbk (ADHI) saat ini sedang mengembangkan kawasan LRT City di enam lokasi dengan total tanah seluas hampir 50 hektar (ha) dan bernilai investasi sekitar Rp12 triliun. LRT City adalah kawasan hunian dan komersial yang terintegrasi dan terhubung langsung dengan sistem transportasi massal light rail transit (LRT) Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi).

Kawasan LRT City yang kini dikembangkan ADHI terdapat di Eastern Green Bekasi seluas 16,9 ha, Royal Sentul Park Bogor seluas 14,8 ha, Jati Cempaka seluas 5,1 ha, The Boutique Bekasi Barat seluas 0,47 ha, Cikoko-Jakarta Selatan seluas 1,2 ha dan Ciracas-Jakarta Timur seluas 11,5 ha.

Melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel, ADHI menawarkan salah satu solusi untuk mengatasi masalah perkotaan di Jakarta dan sekitarnya dengan menghadirkan LRT City yang mengusung konsep Transit Oriented Development dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak. Disamping itu, LRT City juga mengadopsi tata campuran (mixed-use) dan memaksimalisasikan penggunaan angkutan massal LRT yang dilengkapi dengan jaringan prasarana pejalan kaki dan sepeda.

Untuk mengantisipasi para penghuni LRT City yang bermobilitas tinggi dan menggunakan sistem transportasi massal LRT sebagai transportasi andalan mereka, ADHI membutuhkan pihak yang bersedia untuk menghubungkan rumah mereka ke berbagai stasiun LRT terdekat. Dalam hal ini, Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) bersedia bekerjasama dengan ADHI guna memberikan solusi terbaik bagi masalah tersebut.

Karena itu, Budi Harto, Direktur Utama ADHI, dan Pande Putu Yasa, Direktur Utama Perum PPD melakukan penandatanganan kerjasama pengelolaan LRT City tersebut di Hotel Grand Dhika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/03/2017).

Kerjasama kedua BUMN ini adalah langkah nyata dari Program BUMN Hadir untuk Negeri yang meliputi dua hal, yaitu kerjasama pengembangan lahan milik Perum PPD di Ciracas dan pengadaan shuttle bus yang akan menghubungkan setiap kawasan yang dikembangkan ADHI dengan fasilitas umum lainnya.

“Kerjasama ini akan memudahkan ADHI di dalam mengintegrasikan sistim transportasi kawasan LRT City dengan berbagai fasilitas publik lainnya. Disamping itu, kerjasama dengan PPD ini juga bertujuan untuk pengadaan shuttle bus sehingga penghuni LRT City memiliki moda transportasi untuk menghubungkan kawasan LRT City dengan simpul-simpul bisnis lainnya,” ujar Budi Harto.

Sementara itu, Pande Putu Yasa, mengungkapkan, setiap stasiun LRT akan memiliki shuttle bus yang dilayani oleh Perum PPD. Disamping itu, Perum PPD turut berperan dalam pembangunan TOD dengan menyediakan angkutan yang akan melayani kawasan LRT City berupa bus dengan tarif ekonomis dan prasarana terminal yang modern (premium class). Layanan tersebut tentunya akan menunjang konsep TOD yang sedang dikembangkan oleh ADHI.

Disamping itu, ADHI dan PPD juga akan bekerjasama untuk mengembangkan lahan seluas 11,5 ha di Ciracas-Jakarta Timur. Di kawasan itu, PPD memiliki lahan seluas 5,3 ha yang bersebelahan dengan lahan milik ADHI seluas 6,2 ha. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi salah satu kawasan LRT City dengan total nilai investasi sebesar Rp3,2 triliun yang akan dilengkapi dengan fasilitas Ciracas Shuttle Bus Terminal (CSBT).

Pada kesempatan yang sama, Budi Saddewa Soediro, Direktur Operasi II ADHI, menjelaskan, perpaduan moda antara LRT dengan bus dalam kawasan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna transportasi massal. “Sinergi kedua BUMN ini juga diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi masing-masing pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Amrozi Hamidi, General Manager Departemen TOD & Hotel, mengungkapkan, ADHI memiliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT. Kami akan mengembangkan lahan-lahan tersebut menjadi kawasan hunian dan komersial. Ini adalah solusi yang kami tawarkan kepada masyarakat urban agar dapat memperoleh hidup yang lebih berkualitas dan terbebas dari masalah kemacetan yang semakin parah.

“Dalam beberapa tahun mendatang, kawasan LRT City ini akan menjadi alternatif bagi masyarakat urban yang mencari hunian dengan kemudahan akses transportasi,” pungkasnya.***

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →