PT Bali Towerindo Sentra Tbk Tawarkan Obligasi Tahap I Sebesar Rp 800 Miliar

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 30 Januari 2020 - 23:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) dalam paparan media di Jakarta, Kamis (30/1/2019), menginformasikan penetapan kupon sebesar 9,2-10,3% untuk obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2020 sebesar Rp 800 miliar. Surat utang tersebut bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan I dengan total Rp 1,6 triliun.

Dalam penerbitan surat utang ini, perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, serta PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) sebagai wali amanat. Surat utang ini dijamin dengan aset berupa menara telekomunikasi milik perseroan dan entitas anak yang mencakup 100% dari total emisi obligasi, serta pembayaran tunai oleh PT Indonesia Infrastructure Finance sebagai penanggung obligasi sebesar 50% dari pokok obligasi yang diterbitkan apabila terjadi kelalaian oleh perseroan.

Direktur Utama perseroan J Owen Ronadhi mengatakan, Obligasi Berkelanjutan I tahap I ini diterbitkan dama dua seri. Seri A ditawarkan dengan bunga 9,2-9.8% dengan tenor tiga tahun dan Seri B dengan tenor lima tahun dilepas dengan tingkat bunga 9,7-10,3%. Dia menambahkan, sebesar 80% dana hasil penerbitan obligasi ini rencananya dipakai untuk refinancing atau pembayaran utang kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Sinarmas.

“Sedangkan sisanya mencapai 20% untuk kebutuhan belanja modal kami dan kegiatan usaha perseroan,” ujar Owen, di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Kamis (30/01).

BALI tahun ini berencana membangun 300-500 microcell pole (MCP) atau menara di wilayah perkotaan, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan penambahan tahun lalu yang sebanyak 300-400 menara. Saat ini, perseroan telah memiliki 3.600 menara yang tersebar di 30 kota di Jawa dan Bali, dengan jumlah lebih dari 2.400 unit menara dalam status on-air dan telah terintegrasi (ready for service).

"Tahun lalu meningkat, tahun ini juga preordernya banyak karena pertumbuhan data operator semua meningkat dan penggunaan data paling besar di perkotaan. Dengan penambahan menara 300-500 bisa ada tambahan 500-700 tenant baru dari 1.700 saat ini," ujar J Owen Ronadhi, Direktur Utama BALI di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Ia menyebutkan, untuk membangun menara per unitnya membutuhkan dana Rp 300 juta-Rp 700 juta. Di mana, dana tersebut akan menggunakan belanja modal (capex) yang tahun ini dianggarkan Rp 300-500 miliar.

"Capex Rp 300-500 miliar sebagian dananya dari obligasi dan laba. Sebanyak 60 persen digunakan untuk bangun menara baru dan perangkatnya," kata Owen.

Emiten penyedia infrastruktur menara telekomunikasi tersebut menargetkan, pendapatan dan EBITDA tahun ini meningkat 30 persen-40 persen, yang mana 70 persen diperoleh dari seluler dan sisanya dari ritel dan korporasi.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →