Kerugian Bumi Resources Mineral Melonjak Hingga Lebih dari 6 Kali Lipat

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 Maret 2017 - 11:14 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merugi US$315,45 juta pada 2016, atau melonjak 632,75%, dibandingkan dengan kerugian pada 2015 yang hanya sebesar US$43,95 juta.

Menurut laporan keuangan 2016 BRMS, kerugian tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan perseroan pada 2016 sebesar 82,65% menjadi US$2,17 juta dibandingkan pada 2015 sebesar US$12,51 juta.

Karena itu, kendati beban usaha perseroan turun menjadi US$5,18 juta dari US$13,89 juta, BRMS masih mengalami kenaikan rugi usaha dari US$1,38 juta menjadi US$3,01 juta.

Disamping itu, BRMS juga mengalami rugi selisih kurs sebesar US$2,97 juta dibandingkan pada 2015 ketika perseroan itu mencatatkan laba selisih kurs senilai US$118.295. Adapun, kenaikan beban lain-lain yang naik 565% menjadi US$512,87 juta dari yang hanya US$77,12 juta membuat rugi perseroan kian membengkak.

Total aset BRMS tercatat US$1,07 miliar pada 2016 atau turun dari 2015 yang mencapai US$1,99 miliar. Total lialibilitas sebesar US$437,87 juta dan ekuitas US$637,72 juta.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →