Sritex akan Terbitkan Obligasi Global Bernilai US$150 Juta

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 Maret 2017 - 10:22 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), produsen kain garmen, terutama untuk seragam militer di Indonesia dan luar negeri, akan menerbitkan obligasi global bernilai US$150 juta. Penerbitan tersebut akan dilakukan melalui anak usahanya, Golden Legacy Pte. Ltd yang berkedudukan di Singapura.

Obligasi global tersebut akan dijamin oleh SRIL dan PT Sina Pantja Djaja, serta akan diperdagangkan dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (Singapore Stock Exchange/SGX).

“Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan Golden Legacy untuk pelunasan surat utang berbunga 9% per tahun yang akan jatuh tempo pada 2019 bernilai US$89,3 juta,” ujar Welly Salam, Corporate Secretary SRIL, Selasa (21/03/2017).

Welly menjelaskan, pelunasan utang yang akan jatuh tempo tersebut akan membuat likuidtas perseroan menjadi lebih fleksibel. Setelah pelunasan itu, Golden Legacy akan menyalurkan sisa dana hasil obligasi tersebut ke Golden Mountain Textile and Trading Pte, Ltd yang juga masih terafiliasi. Setelah itu, Golden Mountain barulah akan meminjamkan dana itu ke SRIL.

Moody's Investor Service memberikan peringkat B1 untuk obligasi baru yang akan jatuh tempo pada tahun 2024 itu. Moody's menyebut, selain digunakan untuk pelunasan utang, SRIL juga akan membayar kembali medium term notes bernilai US$30 juta yang akan jatuh tempo pada Oktober 2017.

Brian Grieser, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody's, mengatakan, peringkat B1 mencerminkan marjin EBITDA yang solid, yaitu mencapai 20% dan pertumbuhan pendapatan serta laba bersih yang masih konsisten.

"Selain itu, pelanggan SRIL yang kuat dan diversifikasi penjualan yang luas juga menjadi pertimbangan untuk peringkat tersebut," ujar Brian. 

SRIL memiliki debt to EBITDA 4,3 kali di akhir Desember 2016 dan dianggap memiliki profil likuiditas yang baik. Outlook positif yang diberikan Moody's juga mencerminkan laba bersih SRIL masih akan tumbuh, didorong dari permintaan produk garmen dan tekstil di tahun 2017.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →